Memasuki New Normal, Sejumlah Harga Bahan Pokok Mulai Turun Di Agam

Penulis -

Rabu, 17 Juni 2020 - 00:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Raya, Prokabar — Sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kabupaten Agam mengalami anjlok setelah memasuki Tatanan Normal Baru. Harga yang awalnya melambung tinggi beberapa bulan belakangan, kini sudah mulai turun secara signifikan.

“Ya, harga cabe merah sempat melambung sampai Rp40 ribu perkilo, kini sudah turun menjadi Rp15 ribu perkilo. Bawang merah awalnya mencapai Rp40 ribu perkilo, kini sudah turun menjadi Rp25 ribu perkilo,” ungkap Murdalis (55) bersama istrinya, Saswita (50), Pedagang Cabe di Pasar Tradisional Balai Ahad Tanjung Raya, saat ditemui Prokabar.com, akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memasuki Tatanan Normal Baru atau New Normal, aktifitas perdagangan di pasar-pasar tradisional dan pasar central di Kabupaten Agam mulai berangsur normal. pendistribusian hasil pangan atau pertanian di beberapa daerah di Agam, seperti Matur, Padang Lua, Palembayan, Baso, Ampek Koto, Balingka dan Banuhampu kembali stabil.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain Cabe dan Bawang Merah Lokal kualitas super mulai turun, bawang putih juga mengalami turun drastis. Harga yang sebelumnya sempat mencapai Rp40 ribu, secara bertahap turun hingga kini menjadi Rp15 ribu perkilo.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Hendra, pedagang khusus sayur mayur membenarkan perubahan harga bahan pokok tersebut. Khusus Wortel biasanya Rp12 ribu sekarang turun menjadi Rp8 ribu perkilo. Lobak atau Col biasanya Rp7 ribu perkilo sekarang Rp5 ribu perkilo.

“Harga yang melonjak naik hanya terjadi pada Tomat. Sebelumnya hanya Rp5 ribu perkilo, sekarang naik menjadi Rp10 ribu perkilo,” tutup Hendra. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB