Duo Koto, Prokabar — Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB dengan Protokol Kesehatan baru dirasakan langsung dampak positifnya kepada sejumlah masyarakat. Meski dari aspek ekonomi memang betdampak buruk, namun dari sisi kesehatan lingkungan dan dalam rumah tangga sangat terasa.
Hal itu disampaikan Roswita (45), salah seorang pedagang rempah-rempah di Pasar Tradisional Balai Ahad, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Menurutnya, pembatasan sosial berskala besar pada awalnya sangat terasa berat. Terutama dalam segi perekonomian, bantuan langsung tunai pun tidak ada dapat.
Setelah tiga tahap dilakukan, dan masuk tatanan normal baru atau new normal, baru terasa ternyata apa yang diterapkan pemerintah, bermanfaat untuk kesehatan diri dan keluarga. Dan sesungguhnya, kesehatan ini lebih mahal ketimbang hal pokok lainnya.
“Ya, kondisi ini memberi dampak negatif pada sektor perekonomian kami. Namun di sisi lain, berdampak baik untuk kesehatan diri dan keluarga. Beruntung, pembatasan sosial berskala besar atau PSBB tidak terus berlanjut. Sehingga aktifitas petekonomian dapat kembali berjalan,” pungkasnya. (rud)
















