533 KK Warga Nagari Lubuak Jantan Lintau Hidup Dibawah Garis Kemiskinan

Penulis -

Kamis, 6 Februari 2020 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Wali Nagari Lubuak Jantan Mukhlis menyebutkan di nagarinya masih terdapat keluarga miskin sebanyak 533 KK atau sekitar 16 ,9% dari jumlah penduduk. Jumlah penduduk di Nagari itu sebanyak 11.325 jiwa atau 3.155 KK yang terdiri dari 11 Jorong.

Dalm upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menunjang perekonomian masyarakat, pemerintah nagari telah membentuj Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag), peningkataj produksi rumah tangga, dan beberapa program lain.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Selain upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita juga terus memperbaiki sarana dan prasarana dari segi fisik, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kebudayaan, seperti tertuang dalam misi nagari,” ucapnya saat Musrenbang 2020.

Pada tahun 2020, Pendapatan Nagari yang bersumber dari Dana Nagari, Bagian dari Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Alokasi Dana Nagari (ADN) dan pendapatan lain-lain mencapai Rp. 3 miliar lebih. Sementara, belanja nagari mencapai Rp.5.miliar lebih yang sebagian besar terserap pada bidang pemerintahan dan pembangunan, sementara kegiatan pembinaan 18,59% dan pemberdayaan 13,01%.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kedepan difokuskan pada peningkatan kualitas SDM dan pendidikan, peningkatan pembangunan pertanian, peningkatan dan pengembangan pariwisata, peningkatan pelayanan publik, dan penanggulangan bencana alam dan pelestarian lingkungan hidup,” sampainya.

Anggota DPRD Tanah Datar Jonedi pada kesempatan tersebit juga menyinggung masalah pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanah Datar yang tidak mencapai target. Dari 5,8 % target tahun 2019, baru tercapai 5,026%.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selain itu, persoalan juga perlu menjadi kajian pemerintah daerah, karena anggaran untuk pengembangan pertanian itu sendiri masih sangat minim.

Sementara itu Wakil Bupati H. Zuldafri Darma, SH mengatakan bahwa apa yang telah disepakati dan menjadi prioritas pada saat musrenbang dapat terealisasi dengan baik.

Anggaran nagari yang cukup besar, untuk itu harus dikelola dengan baik, sehingga tepat sasaran dan percepatan pembangunan di nagari dapat tercapai.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB