Pessel, Prokabar – Sedikitnya 53 hektare lahan gambut di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terbakar.
Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Produksi Unit IX Kabupaten Pesisir Selatan, Mardianto mengungkapkan, kebakaran lahan ini sudah terpantau sejak Selasa 17 September lalu dan hingga saat ini masih dilakukan penanganan.
“Kami kembali menerjunkan personel dan dilengkapi dengan mesin pemompa air untuk proses pemadaman,” ungkap Mardianto, Senin (23/9).
Ia menjelaskan, kebakaran yang terjadi di lahan berstatus Hutan Produksi Konversi (HPK) di Kecamatan Pancungsoal dan Kecamatan Silaut terpantau dari hasil interpretasi citra satelit.
“Dan diperkirakan ada sekitar 53 hektare, dan saat ini titik api sudah mulai berkurang. Tetapi belum padam,” terangnya.
Sebelumnya, Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mencatat seluas 500 hektare lebih terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pesisir Selatan.
KPHP Pesisir Selatan mencatat Karhutla diantaranya terjadi Agustus 2018 dengan luas 437,97 hektare, serta Juli dan Agustus 2019 seluas 13 hektare.
Dijelaskan Pesisir Selatan termasuk daerah yang paling rawan kebakaran di Sumbar. Sebab, laha yang sudah dikuasai masyarakat tercatat diangka 40 persen atau 59.928,94 hektare.(*)
















