Jakarta, Prokabar — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaksanakan pelayanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik (el) serentak di 514 kabupaten/kota pada 27 Desember 2018.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar menegaskan pelayanan tersebut untuk mengejar kekurangan jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman, yakni sekitar 2,6 persen. “Camat atau kepala distrik, lurah, kepala desa atau kepala kampung, kepala dusun, kepala lingkungan RW/RT agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Bahtiar dalam keterangan tertulisnya.
Bahtiar meminta masyarakat untuk aktif membantu sosialisasi jemput bola perekaman KTP-el secara serentak .
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil), kata Bahtriar, telah membuka call centre untuk membantu pelayanan KTP-el.
Meskipun demikian, pihaknya memastikan bahwa proses pelayanan perekaman tidak berhenti di situ saja.
“Walaupun cuma 1 hari secara serentak nasional di lakukan perekaman, bukan berarti perekaman jemput bola berhenti dalam 1 hari tersebut di tanggal 27 Desember 2018,” paparnya.
Bahtiar mengungkapkan pelayanan jemput bola perekamanan KTP-el serentak, diarahkan kepada pemilih pemula pada Pemilu 2019 mendatang.
Di antaranya, bagi pemilih di SMU, SMK, Perguruan Tinggi, Pondok Pesantren atau masyarakat pemilih yang ada Rumah Tahanan atau Lembaga Pemasyarakatan.
“Prinsipnya seluruh jajaran Dukcapil daerah terus melakukan pelayanan jemput bola sepanjang ada masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP-el,” terangnya.
Dia cukup optimistis pelayanan jemput bola perekaman KTP-el serentak akan didukung semua pihak. (*/hdp)
















