5000 Paket Rendang Disiapkan Untuk Khafilah MTQ Nasional

Penulis -

Minggu, 1 November 2020 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar –  Ada yang menarik yang akan disajikan dalam helat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Sumatera Barat tahun ini. Pemprov Sumatera Barat dikabarkan akan menyiapkan buah tangan yang unik bagi peserta yang datang nanti.

Buah tangan itu ternyata adalah rendang. Seperti yang sama-sama diketahui, rendang merupakan makanan khas Minangkabau yang mendunia, Bahkan dicap sebagai makanan terenak di dunia. Karena kekhasasan ini, pemerintah daerah menyiapkannya menjadi buah tangan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Jumlah yang disediakan pun tak sedikit. Ada 5.000 paket makanan khas Minangkabau ini yang nantinya akan diberikan kepada setiap peserta beserta ofisial nantinya. Untuk mewujudkan ini Pemprov Sumatera Barat melalui Biro Umum Setdaprov Sumbar telah menganggarkan Rp1,5 miliar untuk pengadaan rendang ini.

Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar, Rosail Akhyari, kepada media, Jumat (30/10), malam mengatakan, rendang ini nantinya untuk cinderamata bagi peserta MTQ Nasional kali ini. Pemilihan rendang, katanya, karena ini memang khas Minangkabau yang telah dikenal luas.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Iya, benar. Anggarannya sekitar Rp 1,5 miliar atau sekitar lebih kurang 5.000 paket. Nanti akan diberikan kepada peserta,” ujarnya.

Terkait dengan pihak yang nantinya akan mengelola rendang ini, ia mengaku belum menerima informasi dari Pokja.

“Kalau itu belum. Masih di Pokja, kita belum dapat informasi,” ujarnya.
Dikutip dari laman LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektonik) terkait MTQ, terlihat pemerintah menyiapkan budget lebih dari Rp1,5 miliar lebih.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dari prose situ, sejumlah peminat sudah mengajukan permohonan yang jumlahnya mencapai puluhan. Namun, dari jumlah sebanyak itu, hanya enam perusahaan yang lolos. Penawaran harga yang mereka ajukan, jumlahnya sekitar 20 persen di bawah HPS (Harga Penawaran Standar). HPS ini dibuat diperkirakan untuk menjaga standar sajian dan masyarakat yang siap diterima pasar. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB