44,5 Hektar Sawah di Tanah Datar Diserang Hama Tikus

Penulis -

Selasa, 24 Oktober 2023 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar menyebut, dari 22.170 hektar lahan sawah, 44,5 hektar diantaranya diserang oleh hama tikus. Sedangkan, 500 hektar lebih masuk kategori terancam.

” kami prediksi dari seluas 44,5 hektar, itu bervariasi (serangan hama tikus) ada yang mencapai 75%, dan itu tergabung kedalam 6 kelompok tani,” kata Kepala Dinas Pertanian, Sri Mulyani, Selasa (24/10/23).

Meski demikian kata Sri Mulyani, bagi petani yang mengalami kerusakan hasil padi lebih dari 75%, sepenuhnya telah tercover dalam asuransi usaha tani padi.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian, hampir seluruh petani di 14 kecamatan mengeluhkan serangan hama tikus. Namun, terdapat beberapa kecamatan yang terkategori cukup parah seperti kecamatan Batipuh, X Koto, dan Rambatan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara, begitu luasnya serangan hama tikus disebutkan jika tidak begitu mempengaruhi hasil produksi padi ditahun 2023.

” jika kita lihat dari total luas tanam tahun 2023 dan dibandingkan tahun 2022, luas pertanaman kita bertambah, dan produktifitas kita juga meningkat. Jadi mudah mudahan, dengan cepatnya dilakukan pengendalian (hama tikus) tidak terjadi penurunan produksi padi di daerah kita,” sebutnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Adapun pengendalian hama yang telah dilakukan seperti gerdal atau gerakan pengendalian bersama atau gropyokan (berburu) hama tikus dan sekaligus penggunaaan teknologi tepat guna terhadap petani.

Kepada petani, Sri Mulyani juga meminta kedepannya untuk bisa melakukan tanam serentak atau melakukan atur pola tanam jika menemukan kendala, salah satunya pasokan air.

Berburu Hama Tikus

Hama tikus telah menjadi momok bagi petani di kabupaten Tanah Datar saat ini. Pasalnya, akibat serangan hama pengerat itu, membuat sebagian besar petani harus mananggung kerugian karena hasil panen yang tidak sesuai dengan modal yang telah dikeluarkan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menimalisir dampak serangan hama tikus, kelompok tani topi lawik di jorong Taratak Indah Nagari Sungayang melakukan pengendalian dengan berburu tikus.

Perburuan dilakukan dengan mencari lobang persembunyian tikus dan kemudian dilakukan pengasapan dengan menggunakan belerang dan berbagai jenis racun lainnya.

Basrizal, salah seorang petani menyampaikan, serangan hama tikus di Jorong tersebut telah berlansung sejak tiga kali musim tanam.

” sudah tiga kali tanam ini pak (diserang hama tikus), mudah mudahan dengan perburuan ini bisa tikus tikusnya matilah,” harapnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB