Tanah Datar, Prokabar- Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar menyebut, dari 22.170 hektar lahan sawah, 44,5 hektar diantaranya diserang oleh hama tikus. Sedangkan, 500 hektar lebih masuk kategori terancam.
” kami prediksi dari seluas 44,5 hektar, itu bervariasi (serangan hama tikus) ada yang mencapai 75%, dan itu tergabung kedalam 6 kelompok tani,” kata Kepala Dinas Pertanian, Sri Mulyani, Selasa (24/10/23).
Meski demikian kata Sri Mulyani, bagi petani yang mengalami kerusakan hasil padi lebih dari 75%, sepenuhnya telah tercover dalam asuransi usaha tani padi.
Berdasarkan catatan Dinas Pertanian, hampir seluruh petani di 14 kecamatan mengeluhkan serangan hama tikus. Namun, terdapat beberapa kecamatan yang terkategori cukup parah seperti kecamatan Batipuh, X Koto, dan Rambatan.
Sementara, begitu luasnya serangan hama tikus disebutkan jika tidak begitu mempengaruhi hasil produksi padi ditahun 2023.
” jika kita lihat dari total luas tanam tahun 2023 dan dibandingkan tahun 2022, luas pertanaman kita bertambah, dan produktifitas kita juga meningkat. Jadi mudah mudahan, dengan cepatnya dilakukan pengendalian (hama tikus) tidak terjadi penurunan produksi padi di daerah kita,” sebutnya.
Adapun pengendalian hama yang telah dilakukan seperti gerdal atau gerakan pengendalian bersama atau gropyokan (berburu) hama tikus dan sekaligus penggunaaan teknologi tepat guna terhadap petani.
Kepada petani, Sri Mulyani juga meminta kedepannya untuk bisa melakukan tanam serentak atau melakukan atur pola tanam jika menemukan kendala, salah satunya pasokan air.
Berburu Hama Tikus
Hama tikus telah menjadi momok bagi petani di kabupaten Tanah Datar saat ini. Pasalnya, akibat serangan hama pengerat itu, membuat sebagian besar petani harus mananggung kerugian karena hasil panen yang tidak sesuai dengan modal yang telah dikeluarkan.
Menimalisir dampak serangan hama tikus, kelompok tani topi lawik di jorong Taratak Indah Nagari Sungayang melakukan pengendalian dengan berburu tikus.
Perburuan dilakukan dengan mencari lobang persembunyian tikus dan kemudian dilakukan pengasapan dengan menggunakan belerang dan berbagai jenis racun lainnya.
Basrizal, salah seorang petani menyampaikan, serangan hama tikus di Jorong tersebut telah berlansung sejak tiga kali musim tanam.
” sudah tiga kali tanam ini pak (diserang hama tikus), mudah mudahan dengan perburuan ini bisa tikus tikusnya matilah,” harapnya. (eym)
















