Daerah

35 Unit KJA Di Danau Maninjau Akan Dibongkar

Tanjung Raya, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Agam melakukan aksi gabungan melakukan pembersihan dan pembongkaran 35 unit Keramba Jaring Apung (KJA) di 3 titik di Danau Maninjau, Akhir pekan ini. Aksi tersebut telah terprogram dan berlangsung secara berkelanjutan sejak dua tahun belakangan ini.

Tiga titik pelaksanaan pembersihkan dilakukan Di Nagari Duo Koto, Koto Kaciak dan Koto Malintang. Khusus di Nagari Koto Kaciak dan Duo Koto, melakukan pembersihan tanaman eceng gondok, yang sudah mengganggu keindahan dan aktivitas masyarakat nelayan. Sementara itu, di Jorong Rambai, Nagari Koto Malintang direncanakan akan membongkar beberapa unit keramba jaring apung atau KJA.

“Minggu ini, kita akan targetkan membongkar 35 unit KJA. Ini adalah salah satu dari sepuluh program untuk mensukseskan Progarm Save Danau Maninjau,” ungkap Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, sekaligus Ketua Tim Save Danau Maninjau.

Ia melanjutkan selain KJA, penetapan zonasi juga bagian prioritas dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat saat ini. setelah beberapakali melakukan rapat koordinasi pengelolaan konservasi Danau Maninjau, Tim telah terbentuk dan sedang dan akan terus mempercepat proses zonasi. Berharap pemerintah pusat dapat mengkucurkan anggaran guna penyelamatan Danau Maninjau.

Selain itu, peralihan ekonomi masyarakat yang membludaknya budi daya ikan yang melebihi beban tamping Danau juga tengah dilakukan. “Dahulunya, masyarakat Danau Maninjau terkenal dengan Petani Cengkeh dan Pala. Dan kita sudah melakukan giat penanaman tanaman itu, dan ditargetkan 3 tahun kedepat, masyarakat sudah menikmati hasilnya,”

Sementara itu, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi sekalihus Ketua Pelaksana Penggerak Pembersihan dan Save Danau Maninjau menambahkan, aksi pembersihan dilaksanakan sekali dalam seminggu. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Lingkungan Hidup telah membentuk Petugas Save Maninjau. Mereka sekitar 10 orang, setiap hari bekerja untuk membersihkan Danau Maninjau. Mulai dari pembersihan sampah, eceng gondok hingga KJA using.

“Kita berharap kepedulian seluruh OPD Pemerintahan tingkat daerah hingga seluruh komponen masyarakat, dapat terus peduli kelangsungan kelestarian Danau Maninjau. Penyelamatan disertai aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Pengendalian dengan pengurangan KJA harus dilakukan, bila ingin Danau ini dapat bersih dan hancur nantinya,” pungkas Handria Asmi. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top