Tanah Datar, Prokabar- Sebanyak 34 rumah rusak akibat angin kencang atau puting beliung dan pohon tumbang yang melanda wilayah Tanah Datar, Senin (13/6) kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar mengaku jika kerusakan yang ditimbulkan itu ada yang rusak ringan, sedang dan berat.
” untuk kategori kerusakannya ada yang ringan, sedang dan berat. Meski demikian, untuk jumlah pastinya tentu nanti akan melalui verifikasi dari dinas dinas terkait,” kata Yusnen, Kalaksa BPBD Tanah Datar saat ditemui di Jorong Lareh Nan Panjang, Kenagarian Atar, Kecamatan Padang Gantiang, Selasa (14/6).
Yusnen menyebut, total keseluruhan yang rusak, diantaranya 33 rumah di Kecamatan Padang Gantiang, dimana 31 rumah di Nagari Atar tepatnya di Jorong Lareh Nan Panjang, dan 2 rumah di Nagari Padang Gantiang. Sedangkan, 1 rumah ada di Jorong Kubang Landai, Nagari Saruaso, Tanjung Emas.
” untuk penanganannya sudah kita lakukan sejak malam tadi. Sampai saat ini, petugas kita mulai dari BPBD, Satgas Nagari masih melakukan pembersihan material seperti pohon tumbang yang masih menimpa bangunan pemukiman, kandang ayam dan lainnya,” ucapnya lagi yang saat itu turut didampingi Camat Padang Gantiang Ronal Satria dan Dandramil Tanjung Emas Padang Gantiang, Letda Inf Mardison.
Adapun bagi korban bencana angin puting beliung dan pohon tumbang, katanya akan diusahakan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten Tanah Datar setelah dilakukan verifikasi data terdampak oleh pihak pihak terkait.
” yang menentukan tidak BPBD saja, nanti ada timnnya (verifikasi bantuan). Masyarakat kami minta juga untuk bersabar dulu,” tutupnya.
Sementara itu, Walinagari Atar menyampaikan jika kondisi masyarakat yang terdampak bencana saat ini dalam kondisi baik. Bagi warga yang rumahnya tak bisa dihuni umumnya mereka pindah ke rumah kerabat.
” Alhamdulillah semuanya sehat sehat, dan yang terdampak, mereka pindah dulu ke rumah kerabat,” ucapnya.
Sementara itu, perantau Nagari Atar turut prihatin dengan bencana alam puting beliung dan pohon tumbang yang menimpa sanak keluarga di kampung. Bagaimanapun, perantau akan turut membantu sanak keluarga yang terdampak bencana ini nantinya.
” nanti kami atas nama perantau, pasti ada partisipasi untuk membantu warga kita. Harapan kita, nantinya akan terbantu. Pengalaman kita selama ini, perantau selalu peduli, ada kebakaran, kami bantu. Ada yang sakit kami bantu. Itulah perhatiannya perantau Atar, ” ucap Yusparman ketua iwatar nusantara yang didampingi Hasan Basri, sesepuh perantau Pekanbaru Riau. (eym)
















