Pessel, Prokabar – Pemerintahan Nagari Binjai, Kecamatan Ranah IV Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) berharap pemerintah kabupaten segera menormalisasi Batang Tapan.
Sebab, kondisinya sangat kritis. Tanggul darurat yang ada tak mampu menahan debit air. Akibatnya, Nagari Binjai Tapan menjadi rawan banjir saat curah tinggi.
“Masyarakat tidak nyaman jika terjadi curah hujan tinggi. Tanggul darurat itu tidak memadai lagi,” ungkap Sekretaris Nagari Binjai Tapan, Almirzon kepada wartawan Jumat (14/12).
Banjir kembali merendam pemukiman penduduk di Nagari Binjai Tapan Jumat (14/12) akibat curah hujan yang sangat deras sejak dua hari terakhir.
Tanggul sementara yang dibuat Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) sepanjang 100 meter itu roboh karena tak mampu lagi menahan debit air yang deras.
Robohnya tanggul darurat itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Padahal, lanjut Almirzon, tanggul baru saja dibangun beberapa bulan yang lalu, namun sudah jebol kembali.
“Jika normalisasi Batang Tapan tidak segera dilakukan, otomatis berdampak buruk pada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Batang Tapan,” ujarnya.
Karena, menurutnya, banjir tidak hanya merendam pemikiman penduduk. Akan tetapi juga merendam area pertanian warga, sehingga dikhawatirkan terjadi gagal panen.
Selain itu, jika terus dibiarkan, banjir juga dapat merusak sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, mushola dan masjid, tutupnya,(min)

















