25 Kasus Stunting Terjadi di Tanahdatar

Penulis -

Senin, 1 April 2019 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Permasalahan stunting atau masalah kurang gizi kronis harus menjadi perhatian orang tua. Masalah kurang stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, seperti tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Di Tanahdatar, setidaknya terdapat sekitar lebih kurang 25 kasus stunting. Kasus ini disebabkan oleh kurang pahamnya orang tua akan permasalahan ini.

“Kalau saya tidak salah sekitar 25 hingga 28 kasus yang ada di Tanahdatar, yang jelas Tanah Datar tidak termasuk rawan stunting,” ujar Yesrita, Kadis Kesehatan Tanahdatar kemarin (1/4).

Yesrita mengatakan, biasanya permasalahan stunting dimulai sejak kehamilan. Dimana asupan bagi si bayi kurang dan tidak memenuhi kebutuhan bayi yang dikandung.

“Oleh karena itu, saat ini di Tanahdatar kita sudah melakukan program Calon Pengantin. Jadi, sebelum calon pengantin itu menikah, kita berikan dahulu pengetahuan terkait hal ini, bagaimana cara merawat janin sejak didalam kandungan sampai anak ini lahir,” ujar Yesrita.

Ia juga mengungkapkan, kondisi stunting akan berdampak buruk bagi anak, dimana kecerdasan dan perkembangan anak akan berkurang. Bahkan, jika sampai mengalami gizi buruk, hal paling berbahaya bisa saja terjadi.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar saat mencanangkan Bulan Bakti Dasawisma III dan BBGRM XVI Tingkat Kabupaten Tanahdatar Tahun 2019, awal pekan kemarin (25/3) dilapangan Bola Kaki Nagari Salimpaung Kecamatan Salimpaung mengatakan, kebanyakan para orang tua tidak memahami masalah stunting.

“Banyak kita para orang tua tidak menyadari bahwa stunting adalah permasalahan gizi buruk yang banyak dialami anak-anak kita, pertumbuhan dan perkembangan anak tidak hanya dari berat badan saja, namun tinggi badan tak kalah penting untuk dipantau,” kata Bupati Irdinansyah Tarmizi.

Dia menjelaskan, stunting adalah kondisi dimana anak-anak mengalami gangguan pada masa pertumbuhan, sehingga menyebabkan anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

“Dari itu melalui pencanangan Bulan Bakti Dasawisma dan BBGRM dengan tema kita cegah stunting dan optimalkan pengelolaan sampah rumah tangga untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan ekonomi keluarga, kita tingkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak maupun ibu hamil dan menyusui, serta mengolah sampah rumah tangga untuk berbagai kegunaan,” ucap Bupati. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB