Padang, prokabar – Pertandingan semifinal Piala Dunia 2014 antara Brasil ves Jerman, dianggap sebagai pertandingan paling mengejutkan dalam sejarah sepakbola internasional.
Laga itu disebut sebagai titik terendah Brasil di ajang Piala Dunia, tapi menjadi titik terbaik bagi Jerman.
Bagi striker Jerman, Miroslav Klose, kemenangan Jerman dengan skor 7-1 di semifinal di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, 8 Juli 2018 sangat berkesan.
Tidak hanya karena Jerman ke final dan kemudian juara, tapi juga menjadikan Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia FIFA. Klose mencatat sejarah diatas tangis Brasil yang hancur lebur didepan publiknya sendiri.
Sebelumnya, Klose telah mencatatkan namanya menjadi pemain ketiga yang mencetak gol dalam empat Piala Dunia, meluncur dari jarak dekat ke gawang melawan Ghana dan menyamai rekor Ronaldo dari Brasil dengan 15 gol di panggung sepakbola terbesar.

Seorang poacher terkenal, gol pemecah rekor Klose dirasa cocok – gol kedua bagi Jerman dalam pertandingan yang dengan cepat dijuluki ‘Mineirazo’ – meskipun penyelesaiannya tidak mulus.
Klose muncul di dalam kotak penalti untuk menyambut umpan dari Thomas Muller dan menembak ke arah kiper Brasil Julio Cesar, mengikuti bola masuk dan menendang bola pantul ke gawang.
Klose sering menandai golnya dengan jungkir balik, tetapi setelah gol bersejarah ini ia memilih untuk melakukan selebrasi yang lebih “sederhana”, merentangkan tangannya, mengacungkan jari ke udara, dan kemudian melakukan gerakan luncur lutut sebelum memeluk rekan satu timnya.
Itu sesuai dengan sifatnya yang sederhana meskipun menjadi salah satu pencetak gol terbesar dalam sepak bola.(*)
















