Padang, prokabar – Berbicara sejarah atau kilas balik Piala Dunia sejak edisi pertama tahun 1930 sampai edisi terakhir 2018, tak akan pernah lengkap tanpa mengupas “gol tangan tuhan” Diego Armando Maradona, tahun 1986.
”Sedikit mengenai kepala Maradona dan sedikit mengenai tangan Tuhan.” Itulah deskripsi penuh teka-teki Diego Maradona tentang gol pembukanya bersama Argentina di perempat final Piala Dunia FIFA 1986 Meksiko melawan Inggris tentu mendapatkan tempat spesial dalam sejarah sepak bola.
Dan lewat pemutaran ulang, di kemudian hari kita tahu bahwa kepalanya tak banyak berperan seperti yang ia sampaikan sebelumnya!
“Itu mungkin penipuan terbaik yang pernah Anda lihat, dan dia lolos begitu saja,” ungkap Terry Butcher, salah satu bek Inggris yang melakukan protes sia-sia terhadap proses gol tersebut.
Butcher tidak hanya sekali ditaklukkan Maradona, melainkan dua kali di pertandingan perempat final 1986 yang dielu-elukan banyak orang. Meskipun gol kedua juga tak kalah brilian, jelas gol pembuka Argentina yang kontroversial begitu menyakitkan.
Gary Lineker, penyerang Three Lions yang mendapatkan gelar Sepatu Emas berkat gol di menit ke-81 pada partai tersebut, mengatakan dalam dokumenter FIFA+ The Hand of God:
“Aku tidak marah. Aku suka Diego, jujur saja. Dia mungkin mengcurangi kami, tapi aku sudah memaafkannya. Maradona adalah yang terhebat di era kami, dan ia melakukan hal-hal ajaib di lapangan.”

Ada beberapa pemain Inggris yang masih kurang menyukai gol itu, sebut saja kiper Peter Shilton sebagai contohnya. ”Orang-orang selalu bilang padaku: ‘Oh, dia melompatimu.’ Tidak. Dia curang,” keluh Shilton.
Tentu saja, keluhan seperti itu mendapat komentar nyeleneh dari mendiang ikon Argentina. “Aku tidak pernah membanggakan mencetak gol seperti itu, tapi rasanya lucu ketika mendengar mereka marah karena aku mencetak gol dengan tanganku. Sangat lucu”
“Mereka, Inggris, memenangkan Piala Dunia dengan sebuah gol yang tidak sah saat melawan Jerman,” tambah Maradona, mengacu pada gol yang membuat Three Lions unggul di final 1966. “Jadi, mereka tidak seharusnya berkomentar soal Maradona, karena mereka lebih dulu curang sebelum aku!.(*)
















