2000 Pelari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang dalam Jam Gadang Fun Run

Penulis -

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar – Sejak start hingga finish, sekitar 2.000 pelari dari berbagai komunitas memadati kawasan pusat Kota Bukittinggi pada International Jam Gadang Fun Run 2026, Minggu (7/6/2026).

Sejak pukul 06.30 WIB, para peserta telah memenuhi garis start di depan Istana Bung Hatta dengan latar belakang ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Jam Gadang.

Ajang yang menjadi bagian dari perayaan 100 Tahun Jam Gadang itu berlangsung meriah. Ribuan peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara untuk ikut berlari mengelilingi kota wisata yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah perjuangan bangsa tersebut.

“Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang, kolaborasi IKA UNAND dan Pemko Bukittinggi didukung oleh berbagai kementerian dan InJourney. Jam Gadang Fun Run 2026 ini sebagai wujud kebanggaan bahwa Bukittinggi ini adalah kota bersejarah dan legendaris pariwisata Sumbar, bahkan Indonesia,” ujar Wakil Ketua Umum IKA UNAND, Imelda Sari, usai pelepasan peserta oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Menurut Imelda, peringatan satu abad Jam Gadang menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Bukittinggi kepada generasi muda serta masyarakat dunia.

Jam Gadang sendiri memiliki sejarah panjang yang melekat dengan perjalanan Kota Bukittinggi. Menara jam ikonik itu mulai dibangun pada 1926 dan selesai pada 1927. Peresmiannya dilakukan pada 25 Juli 1927 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

“Menara jam ikonik ini dibangun pada masa Hindia Belanda sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada sekretaris (controleur) Fort de Kock, yang saat itu merupakan nama lama wilayah Bukittinggi,” ujar Ramlan Nurmatias mengutip berbagai sumber literasi sejarah Jam Gadang.

Dengan tinggi sekitar 26 meter, Jam Gadang menjadi salah satu bangunan paling dikenal di Sumatera Barat. Mesin jamnya dibuat oleh perusahaan Vorthmann di Recklinghausen, Jerman, dan hingga kini masih berfungsi dengan baik.

Salah satu keunikan Jam Gadang terletak pada penulisan angka empat yang menggunakan simbol Romawi “IIII”, bukan “IV” sebagaimana lazim digunakan pada kebanyakan menara jam di dunia.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selain itu, bentuk atap Jam Gadang juga mengalami beberapa perubahan seiring perjalanan sejarah Indonesia. Pada masa Belanda, atapnya bergaya Eropa. Saat pendudukan Jepang, bentuk atap diubah mengikuti arsitektur Jepang. Setelah Indonesia merdeka, atap tersebut diganti menjadi bergaya gonjong Rumah Gadang Minangkabau yang menjadi ciri khasnya hingga sekarang.

Di kota yang pernah menjadi ibu kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), ibu kota Sumatera Tengah, dan ibu kota Provinsi Sumatera Barat sebelum berpindah ke Padang itu, Jam Gadang terus menjadi magnet wisata utama.

“Kota ini kota bersejarah, kota yang pernah menjadi ibu kota RI masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia, ibu kota Sumatera Tengah, dan ibu kota Sumatera Barat sebelum pindah ke Kota Padang. Kota ini kini menjadi kota pedestrian dan kota solusi, bukan kota yang mendatangkan masalah bagi warganya,” ujar Ramlan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Perayaan 100 Tahun Jam Gadang juga mendapat perhatian sejumlah tamu internasional. Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, turut hadir dan menyaksikan kemeriahan kegiatan dari kawasan Jam Gadang.

“Pak Dubes berulang kali sebut Bukittinggi nice, very nice,” kata Ramlan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IKA UNAND, Denny Abdi, mengaku bangga karena kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan kegiatan internasional dalam waktu persiapan yang relatif singkat.

“Kerja kolaborasi alumni UNAND dalam waktu 1,5 bulan bisa menggelar International Jam Gadang Fun Run 2026. Pagi sebelum matahari sehat di langit Jam Gadang, kita lepas 2.000 pelari, juga meriah simbol persahabatan dan relasi, friendship relation,” ujarnya.

Denny juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dan pembangunan bangsa.

“Our next generation, ayo semangat untuk Indonesia Maju 2045,” tutupnya. (***)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB