Padang, Prokabar – Sanitasi yang buruk seperti ketiadaan bak septic tank berpotensi tinggi mencemarkan atau mengurangi kadar kebersihan atau kualitas air tanah.
Ini lah yang menjadi pekerjaan rumah di sebagian tempat tinggal warga di Kota Padang. Seperti Di kelurahan ampang misalnya. Lurah Ampang Nazwar menyebut, tak kurang 200 rumah membutuhkan septic tank.
Meski ini masih data kasar dan membutuhkan pendataan nyata di lapangan. Namun hasil pemantauan di lapangan memang seperti itu.
Masih banyak warga yang rumahnya belum memiliki sanitasi yang memadai, yakni wc berikut Septic tanknya.
Sebagian masih melarutkan tinja dari WC ke bandar atau saluran drainase yang memang sudah ada sejak masa sebelum Indonesia Merdeka.
Sementara karena keterbatasan kemampuan daerah, Pemerintah Kelurahan melirik alokasi CSR dari perusahaan untuk pemenuhan fasilitas Septic tank di rumah rumah warga.
“Tahun 2020 lalu terdapat 23 unit rumah mendapatkan bantuan pembangunan Septic tank dari csr Pelindo. Mudah-mudahan tahun ini juga ada kembali CSR serupa, atau dari Perusahaan lainnya melalui kegiatan CSR atau program kemitraan bina lingkungan,” sebut Nazwar Lurah Ampang.
Salah satu warga ampang, chandra (36) menyebut, selama ini memang di rumahnya belum memiliki septic tank atau yang biasa disebut warga bak tenk.
Namun dirinya memang telah berencana untuk membangun septic tank paling lambat tahun depan. Selama ini diakui tinja langsung mengalir ke banda atau drainase yang merupakan anak sungai dari batang kuranji.
“Tentunya kalau ada peluang dari CSR atau PKBL, kami menerima dengan senang hati. Untuk lokasi sendiri, masih terdapat lahan kosong di halaman rumah,” terang chandra.(adh)
















