20 Tahun Tak Ikut Upacara Bendera, Dosen Belanda Ini Larut Dalam Haru

Penulis -

Jumat, 17 Agustus 2018 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar – Suryadi, salah seorang Akademisi Tamatan Fakultas Sastra, Unand yang kini menjadi Dosen di Universiteit Leiden The Netherlands (Belanda), merasakan haru dan bergetar saat mengikuti Upacara Bendera di Lapangan Balai Kota Pariaman, Jumat (17/8). Setelah 20 tahun lamanya tidak mengikuti Upacara Bendera, Akhirnya rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia itu semakin kuat dirasakan.

Setelah menuntut ilmu dan meraih gelar S2 dan S3 hingga menjadi dosen di Universitas ternama di Belanda itu, baru kembali merasakan perayaan Dirgahayu RI di Tanah Air.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Hari ini, saya merasakan kembali atmosfer kebangsaan yang kuat, dan bisa menyaksikan kembali peringatan detik-detik kemerdekaan RI, sekaligus melihat secara langsung betapa khidmat dan tingginya uforia dalam menyaksikan Penaikan Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengkibar Bendera (Paskibra) yang bertugas. Selama ini saya hanya lihat di layar kaca saja,” kata Suryadi.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, yang telah mengundangnya secara langsung dan khusus, untuk hadir dalam peringatan HUT RI ke 73 sebagai tamu undangan upacara penaikan bendera pagi ini.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Sudah 20 tahun lebih saya tidak merasakan dan menyaksikan upacara penaikan Bendera Merah Putih, bendera kebangsaan saya Indonesia, dan ditanah kelahiran saya Pariaman ini. Dan hal tersebut meningkatkan rasa cinta saya kepada tanah air Indonesia,” ungkap rasa harunya.

Suryadi, lahir di Sunur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Ia merupakan Ahli Filologi dan Pakar Penaskahan Nasional. Ia banyak meneliti naskah-naskah klasik Nusantara dan hasil penelitiannya telah dimuat di berbagai jurnal Internasional.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Banyak sejarah kita yang ada di Belanda, karena dulu kita penah menjadi jajahan dari bangsa Belanda. Untuk itu, saya ingin membagi penemuan dan hasil kajian saya selama berada di Belanda, agar dapat menjadi acuan dan bermanfaat bagi kebenaran sejarah bangsa kita,” tutup Alumni Fakultas Sastra Unand tersebut. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB