20 KK di Jorong Baiang Guguak Malalo Terisolasi

Penulis -

Kamis, 27 November 2025 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Fenomena Hidrometeorologi yang melanda Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya, masih belum menampakan tanda-tanda melandai.

Hal itu, berdampak pada derasnya aliran Batang Baiang, Nagari Guguak Malalo yang terus menggerus tepian dan telah memutus akses permukiman masyarakat yang ada di seberangnya.

Akibatnya, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di salah satu jorong di Kecamatan Batipuh Selatan itu, terisolir dan terpaksa bertahan di tempat sanak saudara atau masyarakat yang berada disana.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kami hadir disini, dalam upaya untuk meringankan duka yang dialami masyarakat pada hari ini. Apa yang masyarakat rasakan, itulah yang Kami rasakan,” ujarnya Bupati Eka Putra, saat mengunjung di Jorong Baiang, Rabu (26 /11/2025).

Eka Putra juga melihat beberapa rumah masyarakat sudah berada di dalam kawasan aliran Batang Baiang serta telah rusak dihantam derasnya arus air.

“Kami melihat ada beberapa rumah masyarakat yang telah rusak dan tidak layak huni karena tersapu aliran Batang Baiang. Rumah-rumah itu, akan direlokasi ke tempat lebih aman, mohon bantuan pihak terkait menyiap lokasinya untuk dibangunkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Masyarakat yang terdampak Hidrometeorologi untuk dapat bersabar dan ikhlas. “Kami meminta masyarakat jangan panik dan percaya berita tidak jelas kebenarannya. Di sini sudah dipersiapkan segala sesuatunya. Insha allah, cobaan ini cepat berlalu,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Guguak Malalo Mulyadi mengatakan rumah yang rusak berat akibat Hidrometeorologi di Jorong Baiang, kurang lebih sebanyak 7 unit dan rumah dengan status terancam sebanyak 20 unit.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia menambahkan, bahwa dengan adanya wacana untuk merelokasi rumah yang terdampak musibah, sebagian besar masyarakat telah bersedia dan mendukungnya.

“Alhamdulillah, tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya mendukung terlaksananya relokasi bagi masyarakat tertimpa musibah ke tempat lebih aman. Dan, Kami ucapkan rasa terima kasih atas segala bantuan pemerintah daerah dalam meringkankan masyarakat tertimpa musibah,” ujarnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB