2 Knop Rafflesia tuan-mudae Mulai Tumbuh Di Palembayan

Penulis -

Sabtu, 26 Januari 2019 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – PEH atau Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra melakukan monitoring ke habitat terbanyak dan terbesar Rafflesia tuan-mudae di Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Agam, Sumbar, Sabtu siang (26/1). Selain bertujuan memastikan keberadaannya tidak terganggu aktifitas manusia, juga menghitung jumlah Rafflesia yang tumbuh di sana.

“Saat ini, total jumlah umbi atau knop Rafflesia tuan-mudae yang sudah ditemukan di sini sebanyak 46 knop. Dan hari ini kita menemukan 2 knop bunga langka tersebut mulai tumbuh,” terang Ade.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sebelumnya, di sini juga pernah ditemukan Rafflesia tuan-mudae terbesar di dunia dengan diameter 107 centimeter. Mengalahkan temuan Rafflesia jenis Arnoldii di Filipina berdiameter 100 centimeter.

Jarak lokasi ke perkampungan masyarakat sangat dekat. Hanya sekitar 2 kilometer. Oleh sebab itu, lokasi tersebut harus selalu di jaga dan dilindungi. “Kami juga selalu berkoordinasi dengan masyarakat setempat, agar selalu menjaga lokasi yang masuk di kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau ini. Apalagi lokasi tersebut juga sumber air bersih masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam, Hayati dan Ekosistem, setiap orang dilarang mengambil, menebang, memiliki merusak, mengambil, menangkap, mengangkut,  mengeluarkan dan memperniagakan tumbuhan atau satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati. Bila ada manusia yang melanggar peraturan tersebut akan dijerat pasal 21 ayat 1 dan ayat 2, dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara dan denda Rp100 juta.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kami dari BKSDA Provinsi Sumatra Barat, melalui Resor Agam di 2019 ini, juga berencana menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat atau stasiun penelitian dan pendidikan konservasi bagi perguruan tinggi atau pelajar yang ingin menggali bunga langka tersebut,” pungkas Ade. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB