Trending | News | Daerah | Covid-19

Ekonomi

14 BUMN Tandatangani 19 Transaksi Rp 202,5 T

Dibaca : 319

Nusa Dua, Prokabar — Annual Meetings IMF-WBG 2018 (AM IMF-WBG) 2018, Kamis (11/10), Indonesia meraih investasi US$13,5 miliar atau setara dengan Rp 202,5 triliun (kurs Rp 15.000). Investasi yang digunakan untuk mengembangkan proyek infrastruktur ini ditandatangani oleh 14 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap 19 transaksi investasi.

“Sebanyak 14 BUMN menandatangani 19 transaksi investasi dengan nilai kesepakatan 13,5 miliar dollar AS untuk mengembangkan proyek infrastruktur,” ujar Rini pada acara Forum Infrastruktur Indonesia di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10) kemarin.

Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, 80% dari total investasi merupakan kerja sama menggunakan skema kemitraan strategis antara BUMN dan investor. Sedangkan sisanya merupakan investasi melalui pasar modal dan pembiayaan proyek.

Rini mengharapkan, investasi ini diharapkan akan meningkatkan keahlian sektor swasta dalam mengembangkan proyek infrastruktur yang berkualitas internasional. Selain penandatanganan investasi, Indonesia juga menandatangani kerja sama lindung nilai atau hedging berbasis syariah. “Ini penandatanganan kerja sama lindung nilai yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, ada juga inisiatif lain terkait pembiayaan infrastruktur dengan menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA). Kontrak investasi ini diterbitkan Bank Mandiri bersama anak perusahaannya, Mandiri Sekuritas dan Mandiri Manajemen Investasi berkerja sama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Persero Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, KIK-DINFRA diperdagangkan di pasar modal dengan target pengumpulan dana sekitar Rp 1,5 triliun.

Berikut rincian investasi dan pembiayaan yang ditandatangani 14 BUMN melalui 19 transaksi:

  1. Kemitraan strategis antara PT GMF AeroAsia Tbk, Airfrance Industries dan KLM Enginering & Maintenance senilai 400 juta dollar AS.
  2. Kemitraan antara GMF AeroAsia dan China Communications Contruction Indonesia senilai 500 juta dollar AS.
  3. Peluncuran penawaran kerjasama strategis Bandara Kualanamu oleh PT Angkasa Pura II Persero kepada investor senilai 500 juta dolar AS.
  4. Kemitraan strategis antara PT Pindad Persero dan Waterbury Farrel senilai 100 juta dollar AS.
  5. Kemitraan strategis antara PT Aneka Tambang Tbk dengan Ocean Energy Nickel International Pty Ltd senilai 320 juta dollar AS.
  6. Kemitraan strategis antara PT Inalum Persero, Antam dan Aluminium Corporation of China Limited senilai 850 juta dollar AS.
  7. Kerja sama antara PT KAI Persero, PT INKA Persero dan Progress Rail (Caterpillar Group)senilai 500 juta dollar AS.
  8. Kerja sama antara PT Boma Bisma Indra Persero, Doosan Infracore dan Equitek senilai 185 juta dollar AS.
  9. Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-Dinfra) oleh PT Jasa Marga, Bank Mandiri dan pernyataan efektif OJK senilai 112 juta dollar AS.
  10. RDPT PT Jasa Marga, Bank Mandiri, AIA, Taspen, Wana Artha, Allianz dan Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) senilai 224 juta dollar AS.
  11. Kerja sama investasi antara PT Pertamina Persero dan CPC Corporation senilai 6,5 miliar dollar AS.
  12. Kerja sama investasi antara PT. PLN Persero dan KFW senlai 150 juta Euro.
  13. Kredit investasi dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya Persero untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru – Dumai senilai 523 juta dollar AS.
  14. Monetisasi aset oleh PT Hutama Karya dengan ICBC, MUFG, Permata Bank dan Sarana Multi Infrastruktur senilai 336 juta dollar AS.
  15. Kredit sindikasi kepada PT Hutama Karya dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga dan Sarana Multi Infrastruktur senilai 684 juta dollar AS.
  16. Investasi antara Menjangan Group, ITDC dan Amorsk Group senilai 310 juta dollar AS.
  17. Investasi antara PT Wijaya Karya Persero, ITDC dan Menjangan Group senilai 198 juta dollar AS.
  18. Kerja sama pembiayaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika antara ITDC dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB),senilai 248 juta dollar AS.
  19. Kerja sama lindung nilai atau hedging berbasis Syariah antara Sarana Multi Infrastruktur dan Maybank. senilai 128 juta dollar AS. (*/hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top