128 Ribu Jiwa di Tanah Datar Hidup Dibawah Garis Kemiskinan

Penulis -

Senin, 18 Februari 2019 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tanahdatar, Prokabar — Puluhan ribu rumah tangga di Tanahdatar masih tercatat sebagai warga miskin. Data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Tanahdatar mencatat, setidaknya terdata 33.384 rumah tangga atau 35.241 Kepala Keluarga atau 128.925 jiwa di masih berada di bawah garis kemiskinan.

Kabid Pemberdayaan Sosial Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Heldiyas mengatakan, warga yang hidup dibawah garis kemiskinan paling banyak terdapat di Kecamatan Batipuh, Kecamatan X Koto, Kecamatan Rambatan, dan Kecamatan Lintaubuo Utara.

“Jadi penilaian warga miskin tersebut dilihat dari beberapa item diantaranya seperti mata pencarian, tingkat pelayanan kesehatan, tingkat pendidikan dan beberapa item lainnya termasuk rumah tidak layak huni,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Tanahdatar untuk mengatasi permasalahan tersebut. Meski begitu, tidak semua program mampu mengatasi permasalah yang terjadi.

“Sejak tahun 2017 lalu, kita telah melahirkan program bedah rumah yang di aplikasikan dalam Gapura Mantap. Pada tahun 2017 itu sudah dilakukan bedah rumah terhadap 649 rumah, pada tahun 2018 pada 730 rumah, dan untuk tahun 2019 ini akan dilakukan pada 700 rumah,” sebut Heldiyas.

Untuk di Tanahdatar sendiri ujarnya, tercatat sebanyak 3.302 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Jadi dana dari Gapura Mantap ini berasal dari dana BAZ, dana aspirasi anggota dewan, dan dana perantau,” sebutnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Berbagai upaya lain yang dilakukan adalah dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang setiap petugasnya berada di kecamatan sebagai perpanjang tanganan dari Dinas Sosial sendiri.

“Nah, yang menjadi kendala dari program ini, banyaknya ketidak valitan data. Hingga banyak tumpang tindih yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Data dari PKH, awalnya berasal dari data Badan Pusat Statistik yang kemudian di cocokan kembali. Namun, didalam perjalannya masih banyak data tersebut yang tidak sesuai dengan realita di lapangan. Akibatnya, banyak warga mengeluhkan jika PKH tidak tepat sasaran.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Sayangnya, pemerintah nagari yang lebih mengetahui kondisi di nagari masing-masing tidak berupaya melakukan validasi data, padahal mereka yang lebih tahu kondisi sebenarnya dilapangan. Kita menyayangkan ini terjadi. Bisa saja suatu saat jika ini terus berlanjut akan berpotensi menimbulkan konflik ditengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Yuhardi mengatakan, terjadinya peningkatan angka kemiskinan dari tahun 2017 ke 2018. Dimana, pada tahun 2017 tercatat sebanyak 33.241 Rumah Tangga miskin atau 36.004 KK atau 122.382 jiwa naik menjadi 33.384 rumah tangga miskin atau 35.241 KK atau 128.925 jiwa. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB