Peseel, Prokabar — Saluran pembuangan air dari bendungan Batang Timbulun, Nagari Taratak, Kecamatan Sutra, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) jebol dihantam banjir beberapa hari lalu.
Sehingga, 120 hektare lahan persawahan gagal tanam akibat terendam oleh genangan air dari bendungan Batang Timbulun.
Ketua Gapoktan Batang Timbulun, Buskamil mengatakan, saluran pembuangan air ini jebol di bagian dinding saluran dengan panjang 60 meter. Akibatnya 120 hektar sawah di Nagari Taratak gagal tanam.
“Kerusakan saluran pembuangan air ini terjadi baru-baru ini, sehingga kami tak bisa menanam, karena air bendungan menggenangi persawahan kami,” ujarnya.
“Apalagi mendekati pergantian tahun dan tak lama lagi memasuki bulan ramadhan, kalau tidak segera di perbaiki, kami tetap tak bisa menanam,” ujarnya.
Lanjut Buskamil mengatakan, beberapa waktu lalu saluran pembuangan air rusak di hantam banjir, karena air bendungan Batang Timbulun sangat deras.
“Kami sudah memperbaiki dengan anggaran nagari senilai 169 juta, dengan anggaran nagari tentu lah tak mampu memperbaiki dengan seutuhnya dan adanya bantuan dari pemda,” ucapnya.
Mereka berharap kepada pemerintah setempat segera menganggarkan secepatnya, jika diprediksi menghabiskan miliar rupiah.
Kadis Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Jumsu Trisno menanggapi, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, untuk menindaklanjuti kerusakan serta upaya perbaikan saluran irigasi serta pembuangan air di Nagari Taratak.
“Untuk bendungan Batang Timbulun sudah dianggarkan senilai Rp20 miliar pada tahun 2019 dananya bersumber dari IPDMIP pusat,” ujarnya.
Seiring itu, pihaknya terlebidahulu membuat gambar perencanaannya dan pengerjaan pisiknya selesai pada akhir tahun 2019, tutupnya. (Min)
















