115 Tahun PT Semen Padang: Pilar Industri Semen Indonesia, Membangun Negeri dengan Inovasi dan Dedikasi

Penulis -

Kamis, 20 Maret 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar- PT Semen Padang, perusahaan semen pertama di Indonesia, menandai usia ke-115 tahun dengan penuh kebanggaan dan harapan. Berdiri sejak 18 Maret 1910 dan dinasionalisasi pada 5 Juli 1958, PT Semen Padang telah menjadi pilar utama dalam pembangunan negeri, menghadapi berbagai tantangan industri, serta terus berinovasi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Syukuran HUT ke-115 berlangsung di Gedung Serba Guna PT Semen Padang dengan agenda tausyiah oleh Ustaz Ristawardi Dt Marajo Nan Batungkek Ameh, santunan kepada anak-anak panti asuhan dan difabel dan penyerahan Piagam Penghargaan Kesetiaan Kerja Karyawan.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Komisaris PT Semen Padang, yaitu Komisaris Utama Mohammad Agus Samsudin, serta Komisaris Werry Darta Taifur dan Khairul Jasmi. Turut hadir Direktur Utama Indrieffouny Indra, Direktur Operasi Pri Gustari Akbar, serta Direktur Keuangan dan Umum Oktoweri. Selain itu, acara ini juga diikuti oleh jajaran staf pimpinan, karyawan, serta perwakilan dari APLP dan afiliasi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra menegaskan bahwa usia 115 tahun bukan sekadar angka, melainkan cerminan perjalanan panjang penuh dedikasi, inovasi, dan ketahanan.

“Sejak didirikan, PT Semen Padang telah menjadi pelopor industri semen di Indonesia. Kita telah melewati berbagai dinamika industri, krisis ekonomi, hingga transformasi teknologi. Namun, dengan semangat kebersamaan dan inovasi, kita tetap kokoh dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Indrieffouny.

Ia menambahkan, anak usaha SIG ini berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Kita harus siap menghadapi tantangan industri 4.0 dan isu keberlanjutan lingkungan. Teknologi hijau, efisiensi energi, serta praktik industri berkelanjutan adalah kunci agar kita tetap relevan dan menjadi pemimpin di industri ini,” tegasnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Komisaris Utama PT Semen Padang, Agus Syamsudin, menyoroti pentingnya efisiensi dan produktivitas untuk menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.

“PT Semen Padang memiliki Research and Development (RnD) yang kuat dan inovatif. Produk seperti Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) telah menjadi bukti kemampuan kita dalam menciptakan produk unggulan. Kita harus terus menggali potensi produk baru yang dapat memperkuat posisi kita di pasar,” ujar Agus.

Ia menekankan bahwa semangat inovasi dan keberlanjutan harus menjadi DNA perusahaan. “Kita harus menjaga PT Semen Padang tetap berdiri tegak. Mari kita buktikan bahwa kita bisa terus maju dan menjadi lebih kuat,” ujarnya penuh semangat.

Sejalan dengan visi perusahaan, karyawan PT Semen Padang juga memiliki harapan besar untuk masa depan. Suryadi Wizar, salah seorang karyawan, menyampaikan aspirasinya agar PT Semen Padang tetap menjadi kebanggaan Sumatera dan pilihan utama masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Sebagai karyawan, kami ingin PT Semen Padang terus menjadi tuan rumah di Sumatera, menjadi merek semen pilihan masyarakat, serta berkontribusi bagi pembangunan nasional,” ujarnya.

Dengan semangat 115 tahun, PT Semen Padang siap melangkah ke masa depan dengan inovasi, efisiensi, dan komitmen tinggi dalam membangun Indonesia yang lebih kuat.

PT Semen Padang didirikan pada 18 Maret 1910, dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) dengan Akta Notaris Johannes Pieder Smidth di Amsterdam. Sejarah perusahaan ini tak bisa dilepaskan dari sejarah Sumatera Barat, dan sejarah bangsa Indonesia. Kehadiran perusahaan ini telah menjadi tonggak sejarah berdirinya industri semen di Indonesia, karena merupakan industri besar pertama di Indonesia yang terdaftar di bawah Departemen Pertanian, Industri, dan Perdagangan di Hindia Belanda. (*/Eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB