Maninjau, Prokabar — 100 orang Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari warga Salingka Danau Maninjau mendapat pelatihan di Kantor Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (23/12).
Dengan pelatihan dari Tim BPBD dan Damkar Agam tersebut diharapkan dapat menanamkan budaya siaga dan menyatukan tekad menyikapi bencana yang terjadi di Tanjung Raya, umumnya di Kabupaten Agam.
Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengatakan mitigasi bencana dan simulasi memadamkan api adalah beberapa ilmu kebencanaan dasar yang harus dimiliki setiap individu.
Sengaja menghimpun dan memberikan kesempatan baik terhadap masyarakat nagari, jorong serta pemuda, untuk menerima sosialisasi penanggulangan bencana oleh Tim BPBD Agam dan simulasi pemadaman api oleh tim Damkar Agam.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam Yunaidi menambahkan, Tim yang melatih dari BPBD bersama Tim Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Agam.
“Sangat penting, setiap nagari ada kelompok yang siap pakai. Seperti kelompok siaga bencana (KSB) yang akan membantu gerak cepat BPBD, menanggulangi bencana yang ada di Nagari atau Jorong,” terang Yunaidi.
Begitu juga perlu tim khusus Damkar untuk membantu bila ada terjadi kebakaran menjelang mobil unit pemadam sampai dilokasi. Pelatihan peningkatan kapasitas bagi anggota KSB sangat diperlukan mengingat daerah kecamatan Tanjung Raya merupakan daerah paling rawan bencana.
Adanya perhatian dan kerjasama KSB dengan masyarakat untuk penanggulangannya, jelas memberi dampak gerak cepat dalam penanggulangan bencana. Termasuk melakukan aksi cepat dilapangan.
Kesiapsiagaan diri itu lebih besar dari bantuan orang lain. Sekitar 34,9 persen merupakan kesiagaan diri sendiri, bantuan tetangga hanya 28.1 persen, bantuan dari orang lewat hanya 2,6 persen.
“Jadi kesiapan diri itu lebih besar dan perlu mendapat pengetahuan, keterampilan sebelum, saat dan sesudah bencana,” pungkas Kabid Pencegahan Dan Kesiasiagaan BPBD Agam tersebut. (rud)
















