Peristiwa

10 Warga 50 Kota Hidup Dalam Pasungan, Bupati: Tahun ini Tuntas Ditangani!

Pikul Beras: Selain komit melepas rantai pasungan masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi juga kerap kepergok kamera, diam diam mengantarkan beras bantuan untuk warganya. Foto (instagram @rjingga)

Limapuluh Kota, Prokabar – Sebanyak 10 orang warga Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dilaporkan hidup dalam pasungan. Selain dirantai, kakinya juga dimasukan ke dalam potongan pohon nangka.

Angka pemasungan manusia penderita gangguan kejiwaan ini, turun drastis dibandingkan tahun 2016 silam. “Sejak dua tahun terakhir, kita sudah menangani 13 kasus pemasungan manusia,” kata Bupati Irfendi Arbi, Selasa (13/3/2018) siang dihubungi Prokabar.com

Tahun ini kata Bupati, masih ada 10 kasus lainnya yang akan ditangani. “Sebenarnya awal tahun kemarin ada 3 kasus yang akan dituntaskan. Tapi kendala dari pihak keluarga. Kita harus pelan pelan memberi pemahaman,” sebutnya.

Memanusiakan manusia kata Irfendi, adalah kerja nyata yang dia galakan sejak dilantik menjadi Bupati 2016 lalu. “Makanya, urusan kemanusiaan ini, tak boleh main-main,” urainya.

Irfendi menegaskan, OPD yang tidak bekerja, akan kena evaluasi. “Kita ganti saja (jika tidak bekerja,_red),” tegas mantan Wabup Limapuluh Kota 2005-2010, yang kini Ketua DPC PDI Perjuangan tersebut.

Dalam menangani kasus pemasungan manusia, Irfendi tidak hanya bekerjasama dengan BPJS semata. Dia juga menggandeng, Ikatan Dokter Kejiwaan. “Dalam waktu dekat, dokter kejiwaan juga akan menggelar silaturrahmi, nanti kita siapkan kerjasamanya,” tukuk Bupati.

Dia memasang target, akhir 2018 nanti kasus pemasungan manusia berakhir di Limapuluh Kota. “Laporan Kadis Kesehatan, 8 korban pemasungan itu tersebar di 5 kecamatan,” tukuknya.

Rinciannya, 3 kasus di Kecamatan Bukit Barisan, 3 kasus di Luak, 1 kasus di Kapur IX, 1 kasus di Gunung Omeh dan 2 kasus di Harau. (VMB)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top