Trending | News | Daerah | Covid-19

Artikel

10 Pemain Asing Terbaik yang Pernah Dimiliki Semen Padang FC

Dibaca : 2.3K

Penulis: Rizal Marajo
(Wartawan Utama)

Padang, bolabeten – Sejak era pemain asing diizinkan bermain di Indonesia, ketika kompetisi Liga Indonesia 1994-1995, sampai sekarang era kompetisi profesional Indonesia, sudah puluhan pemain asing yang yang singgah di Semen Padang FC.

Para pemain tersebut berdatangan dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Afrika, Amerika Latin, Eropa Timur, maupun yang dari kawasan Asia. Namun, tidak banyak pemain asing itu yang benar-benar memberikan kesan luar biasa atau fenomenal selama di Ranah Minang.

Dari sebagaian kecil pemain yang mampu membuat publik jatuh hati, redaksi bolabetan.com, mencoba memilih 10 pemain asing yang dianggap terbaik selama membela semen Padang. Parameternya tentu saja kontribusi positif bagi tim, popularitas, dan sedikit ikatan emosional dengan kabau sirah;

1. Edward Wilson Junior


Sepertinya tak ada yang akan membantah, jika Edward Wilson Junior dinobatkan sebagai pemain asing sukses di Semen Padang. Striker asal Liberia yang akrab disapa Edu ini adalah jaminan mutu soal kontribusi gol.
Cukup lama di Semen Padang, durasi 2009-2013 Edu telah memberi banyak catatan spesial untuk Kabau Sirah. mulai mengantarkan promosi ke ISL 2010, peringkat 4 ISL 2011, juara IPL 2012, dan babak 8 besar AFC Cup 2013, adalah bukti nyata kehebatan pria yang dominan mencetak gol dengan kaki kirinya ini.

2. Carlos Renato Elias

Setelah memperkuat PSP Padang, pria Brasil ini ditarik ke Indarung musim kompetisi tahun 2001/2002. Dia langsung memberi kontribusi nyata, membawa Semen Padang hingga semifinal Liga Indonesia musim ini. Tipikal center bek tangguh, raja duel udara, yang mampu membuat striker sekelas apapun di Liga Indonesia sulit menembusnya.
Walau bintang-bintang Semen Padang berhamburan keluar dari tim setelah musim indah 2002, Renao memilih bertahan semusim lagi, sebelum hengkang ke Sriwijaya FC musim 2003/2004. Walau begitu, sosok sangar di lapangan dan ramah diluar lapangan ini telah dilabeli sebagai salah satu “tonggak tuo” di jantung pertahanan Semen Padang.

3. Antonio Toyo Cludio

Bersama Claudio Luzardi, Toyo adalah rekrutan asing pertama Semen Padang, setelah kran pemain asing dibuka lagi di Indonesia, bertepatan dengan kompetisi Ligina yang melebur klub galatama dan perserikatan musim 1994/1995. Musim pertama, langsung digelari “Tonggak Tuo” oleh fans Semen Padang.
Sempat melanglang buana di sejumlah klub Indonesia dan bebebrapa kali keluar masuk Semen Padang, tapi pria yang sekarang berusia 47 tahun ini telah menjadikan Ranah Minang dan Semen Padang sebagai tonggak karirnya di Indonesia. Kontribusi terakhirnya untuk Kabau Sirah saat meloloskan Semen Padang ke ISL 2010. Dia tergeser dan urung memperkuat Semen Padang di ISL, karena pelatih Nilmaizar lebih memilih tenaga baru yang lebih segar, David Pagbe.

4. David Pagbe

Pemain asal Kamerun ini direkrut saat Semen Padang melakoni debut di ISL 2010/2011. Dia diambil untuk menggantikan Toyo Claudio yang tak diperpanjang masa kerjanya karena faktor usia. Pemain kelahiran 18 Oktober 1978 ini langsung memberikan kontribusi nyata di musuim pertamanya.
Lugas, tangguh, dan sangat profesional di lapangan membuat dia cepat mendapat tempat dihati fans Semen Padang. Semen Padang dibawanya menempati peringkat 4 ISL, dan Pagbe menjadi satu-satunya pemain Semen Padang masuk tim “Perang Bintang” ISL 2010/2011. Setelah itu Pagbe juga berkontribusi untuk Semen Padang menjadi juara IPL 2012 dan 8 besar AFC 2013.

5. Yu Hyun-koo

Seangkatan dengan David Pagbe, lelaki Korea Selatan ini direkrut saat Semen Padang Promosi ke ISL 2010/2011. Kontribusi dan loyalitasnya tak diragukan, lima musim dihabiskannya bersama Semen Padang 2010/2015.Gelandang bertahan ini adalah jangkar permainan semen Padang. Tak heran, Yu menjadi begitu awet dan nyaman dalam tim. Kendati pelatih berganti, mulai dari Nilmaizar, Suhatman Imam, atau Jafri Sastra, posisi Yu sama sekali tak tersentuh.
Semua pelatih membutuhkan gaya bermainnya yang frontal sebagai gelandang bertahan. Bahkan, di sisa-sisa karirnya dia masih sempat kembali ke Semen Padang musim 2019 untuk menyelamatkan Semnen padang dari degradasi Liga 1. Walau gagal, Yu masih berkeinginan membela Kabau Sirah untuk dibawanya kembali ke LIga 1. Sayang proses naturalisasinya tak berjalan mulus dan kompetisi dihentikan karena Corona.

6. Esteban Vizcarra

Sebelum direkrut Semen Padang musim 2010/2011, Esteban Vizcarra hanyalah pemain asing kebanyakan, tidak menonjol di klub-klub yang dibelanya sebelumnya. Namun, di “bengkel” Semen Padang pria Argentina ini dimodifikasi jadi pemain level atas. Semen Padang adalah titik balik karirnya di Indonesia.
Setelah lima musim yang sarat prestasi di Semen Padang dengan 122 pertandingan dan mencetak 23 gol, Vizcarra memutuskan hengkang dan berpetualang di klub-klub besar seperti Arema FC, Sriwijaya FC, dan sekarang di Persib Bandung. Walau begitu, dia tak lupa masa terbaiknya di Indonesia adalah saat membawa Semen Padang ke babak 8 besar AFC Cup 2013. Bagi fans Semen Padang Vizcarra adalah salah sosok tak terlupakan. Aksi Rabona, skill tendangan sambil menyilangkan kaki, dalam memberi umpan yang kerap diperlihatkannya sulit untuk dilupakan fans SPFC.

7. Marcel Sacramento

Direkrut Semen Padang FC saat melakoni Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Sempat diragukan sebelumnya, tapi pemain kelahiran 24 Agustus 1987 langsung unjuk gigi. Dia menjadi sumber gol yang subur bagi Semen Padang, kepercayaan dan motivasi pelatih Nilmaizar dijawabnya tuntas. Bahkan ia menduduki posisi kedua top skor ISC A dengan 21 gol dibawah Beto Goncalves.
Sayangnya di musim keduan saat ILiga 1 2017 performa Marcel jauh menurun. bahkan ia sempat kehilangan banyak pertandingan karena sanksi. Walau bertahan sampai akhir musim, namun Marcel gagal menyelamatkan Semen Padang dari degradasi. Setelah itu, dia sempat hengkang ke Persipura Jayapura dan Barito Putera, sebelum akhirnya berlabuh di Liga Irak.

8. Cassio Francisco de Jessus

Cassio Francisco de Jesus adalah jawaban ketika Semen Padang membutuhkan bek tengah asing di ISC A. Sosoknya mengingatkan fans Semen Padang dengan dua center bek Brasil sebelumnya, Carlos Renato Elias dan Antonio Toyo Claudio. Lugas, dingin, dan tangguh dalam berduel membuat eks Timnas yunior Brasil seangkatan Alexander Pato ini banyak digilai fans Semen Padang.
Sayangnya di Liga 1 2017, upaya keras Cassio untuk menyelamatkan Semen Padang dari degradasi tidak berhasil. Kisah kelam itu semnpat membuatnya tak mau bermain di Indonesia, dan memilih hengkang ke Liga Malaysia bersama Kelantan FC. Kabarnya, dia hanya mau bermain untuk Semen Padang jika kembali ke Indonesia. Faktanya, sekarang di berkostum Barito Putera.

9. Abdoulaye Djibril

Pemain asal Guinea ini sempat berkarir dua musim di Semen Padang 2006-2007. Sebagai gelandang, dia sangat diandalkan oleh dua pelatih yang sempat menanganinya, yaitu Syafrianto Rusli dan Sutan Harhara. Meskipun tak terlalu fenomenal, Djibril cukup memberi warna bagi Semen Padang.
Dua musim,dia menjadi sosok paling diandalkan Semen Padang ditengah skuad Semen Padang yang “garing” dan semenjana saat itu. Tak heran. sebagai pemain paling berpengaruh dalam tim, Djibril pun didaulat menyandang ban kapten. Selepas dari semen Padang, Djibril sempat bermain di Persirakja Banda Aceh, serta klub Australia, Melbourne Knights FC.

10. Osas Saha

Kiprahnya singkat, hanya seumur jagung di Semen Padang. Masuk dipertengahan musim ISL 2014. Walau singkat, namun aksi pemain Nigeria kelahiran 20 Oktober 1986 cukup mengesankan bagi fans Semen Padang. Dia mampu menjadi jawaban atas kurang produktifnya lini depan Semen Padang. Dua gol paling berkesan disumbangkannya saat Semen Padang melibas Arema Fc di Stadion Kanjuruhan.
Selepas dari Semen Padang, pemain yang sekarang sudah menjadi Warga negara Indonesia ini kembali menemukan performa terbaiknya. Buktinya, dia telah berkelana di sejumlah klub besar seperti Perseru Serui, Penang FA, Persija Jakarta, Tira Persikabo, dan musim ini dia tersangkut di PSM Makassar.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top