​Weno Aulia Durin : Pendidikan di Padang Harus Lebih Manusiawi

Penulis -

Jumat, 15 September 2017 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Peserta didik di Padang disesaki banyak masalah, mulai dari terancamnya nyawa mereka di jalan sampai pada ancaman jadi korban tawuran. Lainnya, was-was saat banjir, terutama yang perempuan. Dunia pendidikan harus dibangun lebih manusiawi.
“Ini amat serius, sekolah itu harus nyaman, tidak dalam dunia yang ugal-ugalan, was-was. Biaya pendidikan itu mahal, harapan yang ditumpangkan mulia,” kata Weno Aulia Durin di Padang, Jumat (14/9).

Menurut Bendahara Golkar Sumbar ini seorang anak, pada tingkat manapun pergi belajar dengan penuh semangat di pagi hari. Sayang di jalan nyawa mereka terancam, karena ulah mereka sendiri menggunakan motor atau orang lain karena lalu lintas yang tak tertata, sikap mental berkendara yang amat rendah.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Ia prihatin, belum banyak pihak yang peduli dengan keselamatan berlalulintas. “Padahal sejak SD kita tahu jalan raya adalah cermin budaya suatu bangsa, saya heran pemerintah kota tak punya perhatian ke arah itu,” pengusaha ini.

Masalah lain yang menghimpit peserta didik di Padang, tak lain tawuran. Residu itu, telah membuat banyak korban. Pola edukasi di sekolah, di rumah dan di masyarakat luas, tidak menyentuh nilai-nilai humanis, sehingga peserta didik kering nyaris kerontang dari estetika pergaulan. “Maunya berkelahi, celakanya banyak yang jadi korban sia-sia sebab mereka sama-sekali tidak ikut. Ini buah dari solidaris yang menyimpang,” imbuh anak Hasan Basri Durin yang jadi calon kuat kandidat Walikota Padang dari Partai Golkar itu.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Masalah berikut, was-was saat banjir tiba. “Jalan tergenang karena hujan, ini disebabkan saluran air dari badan jalan ke riol tidak ada. Jika pun ada sekadarnya saja,” katanya.

Ketika jalan tergenang, banyak angkot tidak beroperasi, angkutan daring juga takut mengambil penumpang. Akibatnya, kian sore anak-anak sekolah menumpuk kedinginan menunggu angkutan. “Lantas dimana pemerintah ketika itu?”

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Langkah terbaik katanya, secara menyeluruh perbaikan saluran air di Padang harus jadi prirotas. Menjelang itu selesai, jika banjir datang kala sore, maka semua mobil dinas yang dibiayai negara harus dimanfaatkan untuk menolong anak sekolah. “Di situ letak cepat tanggap pemerintah, bukan masuk riol,” kata dia pula.

Ia tak ingin melihat tunas bangsa itu kedinginan di jalan dengan pakaian seragam yang kuyup. “Apa walikota dan jajarannya tidak punya anak?”. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB