Padang, Prokabar – Tour de Singkarak 2017 dijadwalkan digelar 10 Oktober mendatang. Tidak sampai 3 bulan lagi. Berbagai persiapan terus dilakukan walaupun ditengah anggaran yang tidak mencukupi.
Seharusnya iven sepeda internasional ini harus punya anggaran Rp. 13 M. Tapi hingga kini dana yang tersedia tidak sampai Rp. 9 M. Dana itu berasal dari Kementrian Pariwisata, APBD Provinsi Sumbar, dan APBD Kabupaten/Kota.
Pemerintah daerah mengaku cukup sulit menutupi kekurangan anggaran, termasuk mencari sponsor. “Kementrian Pariwisata tidak memberi dukungan sponsor, daerah harus mencari sendiri,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dalam rapat koordinasi TdS 2017, Rabu (26/7/2017).
Selain itu, dalam pelaksanaan TdS tahun ini, Kabupaten Solok Selatan masih terancam tidak masuk etape. Alasannya jalan yang belum kunjung diperbaiki.
“Dari Lubuk Selasih ke Solok Selatan ada seribu lubang jalan, kami sudah berusaha sampai ke pusat, tapi sampai sekarang masih belum diperbaiki. Ke Tuhan saja kami yang belum kirum surat,” jelas Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.
Cek jalur TdS akan dilakukan 3 hingga 12 Agustus mendatang. Kepastian etape ditentukan dari hasil evaluasi tersebut. Jika tidak jalan ke Solok Selatan tidak ada kepastian, Solsel tidak dapat jatah dilewati pebalap.
Tour de Singkarak 2017 akan dimulai di Istano Basa Pagaruyuang tanggal 10 Agustus. Dan Grand Finish di Kota Bukittinggi. (laf)
















