Jakarta, Prokabar – Kesehatan jantung seharusnya rutin diperiksa, agar bisa mendeteksi secara dini berbagai penyakit jantung.
Menurut survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.
Tidak terkecuali dengan wartawan. Profesi ini membutuhkan fisik dan mental dan berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Apalagi jika wartawan kecanduan merokok, penyakit jantung lebih rentan menghampiri.
Membantu pemeriksaan jantung, panitia Hari Pers Nasional bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan akan menggelar pemeriksaan jantung gratis bagi wartawan dan masyarakat.
“Kita akan laksanakan 6 sampai 9 Februari 2018, di halaman kantor PWI Sumbar,” kata Ketua Bhakti Sosial HPN Muhammad Nasir usai rapat di PWI pusat, Jakarta, Selasa (18/12).
Hadir dalam rapat itu, Ketua DKD PWI Sumbar, Basril Basyar dan Penasihat PWI Sumbar, Khairul Jasmi. Juga hadir Beniara, M. kes dari Dinas Kesehatan Sumbar. Kabiro Humas Pemprov Sumbar juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Jika dilakukan pemeriksaan secara mandiri di Rumah Sakit, biayanya relatif mahal. Minimal Rp500 ribu. “Ini deteksi dini jantung dan gratis,” kata Humas Pemprov Jasman dalam rapat tersebut.
Acara akan dihadiri Menkes dan ditinjau presiden. Lokasinya di halaman PWI jalan Bagindo Aziz Chan.
Dalam kesempatan tersebut Kemenkes imbau masyarakat agar melakukan cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktifitas fisik, diet yang sehat dan seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres (CERDIK) untuk mengendalikan faktor risiko PJK.
“Wartawan juga jangan lalai memeriksa kesehatan jantung,” ajak Beniara.(laf)
















