​MENGENANG Gempa 30S Itu Kawan…

Penulis -

Minggu, 1 Oktober 2017 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kala senja hampir sempurna di Padang pada 30 September 2019, bumi berguncang hebat. Ini gempa 7.6 SR. Tercatat 1.117 orang tewas dan beberapa desa di Sumbar tertimbun.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 17:16:10 WIB. Guncangannya membuat orang yang tak pernah azan kini azan. Yang tak pernah menangis malah menangis. Yang malas lari, malah lintang pukang.

Menjelang magrib jantung kota sepi. Dalam galau luar biasa orang berlarian ke arah By Pass Padang. Anak sekolah kuyu dan tangisnya tak bisa dihentikan. Sementara itu,  hujan kian deras turun, tapi tak bisa menghapus jejak kesedihan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Tsunami Aceh 5 tahun sebelummya terbayang-bayang.

Inilah kepanikan paling hebat di zaman kontemporer yang pernah dirasakan warga Padang. 

Hal serupa terjadi di Maninjau sebab dinding bukit tegak lurus di sana jatuh tanpa henti-hentinya. Di Padang Pariaman jangan disebut, satu desa tenggelam dalam tanah. Tak ada tangis sebab mereka tak sempat menangis.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Gempa itu membuat relawan  dan wartawan mancanegara datang ke Sumbar. Sementara warga korban gempa tidur di tenda.

Evakuasi korban tertimbun bangunan dilakukan berhari-hari, warga desa tertimbun tanah, tak bisa dievakuasi dan dijadikan kuburan massal.

Menurut data  gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Padang.

Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman,  Padang, Pesisir Selatan,  Pariaman, Kota Bukittinggi,  Padangpanjang dan Agam. Kemudian Kota Solok dan Pasaman Barat. 

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Menurut data Satkorlak PB,  1.117 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota & 4 kabupaten di Sumatera Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB