​Marapi Yang Bersih Gunung Masa Kecil Kami

Penulis -

Minggu, 4 Juni 2017 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar. “Wak jangkaulah,” kata teman semasa kecil. Kami lantas menjangkau Singgalang, kemudian Merapi, dua gunung sahabat anak-anak.
Desa kami tak datar, karena menempel kaki Marapi nan tabah. Kami menyaksikan sarasahnya, menghitung air terjun yang muncul dari gunung itu sehabis hujan. 

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Dari rumah di desa terlihat lekuk-lekuknya. Bapak-bapak kami ka rimba mencari rotan. Juga ijuk.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Rotan dijual dan ijuk dijalin jadi tali. Talinya yang dijual.

Jika senja datang, langit jernih, gunung yang sahabat sekaligus kami takuti itu,  menguning bagai emas oleh sinar matahari.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Malam. Gelap kami tak peduli. Pagi air Marapi terasa sejuk, bahkan nyaris manis.

Kini Marapi meletus kecil. Batuk. Kalau dia marabo, kalang kabutlah kita. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB