​Maninjau Gawat, Cepatlah Tangani

Penulis -

Kamis, 13 Juli 2017 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Danau vulkanik purba itu adalah danau yang tak ada sungai mengalir ke sana. Adanya sungai yang berhulu di sini. Danau ini adalah juga sumber inspirasi para sastrawan hebat Minang.  Maninjau dipagar bukit- bukit yang dindingnya nyaris tegak lurus.
Beberapa puluh tahun belakangan Maninjau pemasok utama ikan air tawar untuk Sumbar dan Riau. Di sana petani membuat keramba jala apung (KJA). Sisa pakan KJA itulah yang mengendap dan membuat danau kritis. KJA sesayup-sayup mata memandang di danau itu.

Sekali setahun, danau itu jadi buah bibir. Ikan dikeramba mengapung, mati. Kerugian mencapai miliaran rupiah. Tapi masyarakat tak jera. Usai dibersihkan, bibit baru disemai lagi. Begitu terus menerus.

Kematian ikan itu, kata ahli karena zat kimia sisa pakan naik keatas. Sirkulasi air danau membawa zat beracun bagi ikan ke permukaan. 

Di meja diskusi, pejabat selalu saja membahas masalah ini. Tapi sesering diskusi, sesering itu pula ikan mati. 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), memasukkan Danau Maninjau sebagai salah satu danau kritis di Indonesia. Sayangnya hingga kini tidak ada langkah nyata dilakukan. Perda yang dibuat Pemerintah Kabupaten Agam, tidak punya kuku. Keramba tetap ramai di danau. 

Masalah Danau Maninjau menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan Wamen ESDM dengan Wakil Gubernur Sumbar. Semoga ada solusi nyata, tidak hanya rencana rencana saja. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB