Prokabar, Padang – Saldi, anak muda cerdas, profesor, dari pinggiran Danau Singkarak dalam beberapa hari ini dibully di kampungnya sendiri.
“Ibo wak, nyo sabananyo ndak satuju gai doh jo LGBT, nyo kan ngecek soal itu harus dimasukkan dalam UU dan itu tugas presiden dan DPR,” kata rekannya dari Unand, Sabtu (16/12)
Begitulah warganet tak peduli teori-teori. Ada guru besar IPB minta makna pasal soal zina diperluas ke LGBT. Ini sejalan selurus dan seirama dengan moralitas dan kepercayaan/agama yang dianut di Indonesia. Itu yang ditolak MK dan Saldi masuk satu dari 5 yang menolak, sedang 4 lainnya menerima.
Maka Saldi jadi sasaran. Dosen FH UA itu hanya diam. Dia sedang diuji secara keilmuan dan sebagai anak Minang nan cerdas.
“Minta nomor Pak Saldi,ibo den, bia di WA, saba se pabanyak,” ini kata Wasdi warga Padang.
Saldi yang tabah ya bro. (eda)
















