​Etape 2, Jalur Ekstrim Tour de Singkarak 2017

Penulis -

Minggu, 19 November 2017 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAWAHLUNTO – Prokabar, Kota Tua Eksotik Sawahlunto benar-benar bersahabat dengan pebalap Daniel Whitehouse karena mampu lolos dari jebakan dua pebalap Iran sehingga mampu meraih podium pertama Tour de Singkarak 2017 yang finis di Lapangan Segitiga Sawahlunto, Minggu (19/11).
Pebalap dengan nomor start 115 ini membutuhkan waktu 04:03:03 untuk menempuh jarak 156 km dari Pantai Carocok, Painan, Pesisir Selatan. Lamanya perjalanan tersebut karena banyak tantangan yang dihadapi selama perjalanan yang sempat diguyur hujan ini.

Bahkan sebelum masuk finis sempat terjadi gesekan antara dua pebalap Iran yaitu Kholil Khorshid dan Ghader Mizbani yang akhirnya hanya finis diurutan kedua dan ketiga. Kondisi tersebut ternyata sangat menguntungkan Daniel Whitehouse yang sejak awal bersaing ketat di rombongan depan. 

“Hasil yang luar biasa di balapan kali ini. Saya akui etape ini tidak mudah karena lintasan cukup menantang. Ini adalah modal saya untuk menghadapi balapan-balapan berikutnya,” kata Daniel Whitehouse usai perlombaan, Minggu (19/11).

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang turut hadir di finish etape II TDS ini berharap para pebalap mendapat kesan menarik selama berada di Kota Sawahlunto. “Para pebalap tidak hanya istirahat, juga menikmati obyek wisata heritage di Kota Sawahlunto ini. Bisa mendapat kesan menarik selama disini,” harap Gubernur Irwan Prayitno.

Hasil di etape dua ini mampu mengubah posisi klasemen sementara balapan yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata itu karena juara etape pertama yaitu Robert Muller harus terlempar dari posisi sepuluh besar tercepat. Yellow jersey tanda pimpinan perlombaan harus berpindah ke pebalap lain.

Meski hanya finis diurutan ketiga, Ghader Mizbani dari Tabriz Shahrdary Team mampu mengambil alih yellow jersey dari Robert Muller setelah dua hari pelaksanaan kejuaraan yang masuk kalender UCI level 2.2 ini mampu membukukan total catatan waktu 06:36:03.

Untuk Daniel Whitehouse yang menjuarai etape kedua menyodok di posisi dua klasemen umum. Selain itu juara Tour de Flores 2016 ini sukses mengamankan green jersey setelah mampu mengumpulkan 20 poin. Dibelakangnya ada Aiman Cahyadi dari Sapura Cycling Team dengan 19 poin.

Sedangkan untuk posisi raja tanjakan (polkadot jersey) sementara dipegang oleh rekan satu tim Ghader Mizbani dari Tabriz Shahrdary Team Khalil Khorshid dengan mengumpulkan 15 poin disusul Ghader diposisi dua dengan 12 poin.

Selain tiga jersey tersebut ada lagi penghargaan khusus untuk pebalap Indonesia yaitu red white jersey. Hingga etape kedua kejuaraan bergengsi ini masih dipegang oleh pebalap muda, Jamal Hibatulloh dari KFC Cycling Indonesia dengan waktu 06:43:36. Disusul Aiman Cahyadi dengan waktu 06:45:26.

“Hari ini cukup berat. Tapi akhirnya bisa finis. Balapan disini memang luar biasa. Banyak tanjakan,” kata Aiman Cahyadi saat dikonfirmasi usai perlombaan.

TdS selain sebagai ajang perlombaan juga dijadikan media promosi pariwisata di Sumatera Barat. Dalam setiap etape banyak lokasi wisata yang dilalui. Khusus etape dua dimulai dari Pantai Carocok yang sudah dikenal keindahannya. Selain ini balapan melalui Pelabuhan Teluk Bayur yang sudah termasyur sejak lama.

Setelah pantai, semua pebalap dan pendukung disuguhkan dengan keindahan Kota Tua Sawahlunto yang sejak jaman Belanda dikenal dengan daerah penghasil batu bara terbaik di Indonesia. Bahkan, sisa-sisa jaman manusia rantai masih terlihat jelas berikut dengan lubang-lubang   gua bekas penambangan jaman kolonial Belanda.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Kota Tua Sawahlunto mempunyai daya tarik pariwisata yang kuat. Sebagai kota tambang tertua di Indonesia banyak meninggalkan bangunan Heritage yang bernilai sejarah tinggi.

“Nilai sejarahnya cukup tinggi sebagai daya tarik wisatawan. 60 persen wisman ke Indonesia karena culture atau ingin merasakan atmosfer budaya atau sejarah setempay. Sisanya, 35 persen faktor alam atau nature, dan 5 persen man made, atau wisata yang di-create orang, seperti sport event, MICE, show music dan lainnya,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Menpar berharap melalui event TDS ini Kota Tua Sawahlunto bisa lebih dikenal dunia dan bisa menarik lebih banyak wisatawan datang merasakan atmosfer sejarah kota Sawahlunto yang dikenal sebagai “little dutch” atau Belanda kecil ini.

Etape 2 Tour de Singkarak 2017
Etape 2 Tour de Singkarak 2017
Pemenang Etape 2 Tour de Singkarak 2017

Setelah menyelesaikan etape bersejarah ini, semua peserta akan melanjutkan balapan etape ketiga dari Muaro Sijunjung menuju Dharmasraya. Lintasan yang akan dilalui berbeda dengan etape sebelumnya karena banyak didominasi lintasan datar. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB