​Ditemukan Membengkak, Pilkada Serentak Dikaji Ulang

Penulis -

Jumat, 3 November 2017 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Pilkada serentak boros atau bukan? Ada kajiannya. Nah itulah yang dikupas Badan Litbang Kemendagri lewat disseminasi penelitiannya di hotel Mercure, Jakarta, Kamis (2/11).

Acara yang dimoderatori wartawati Vinna Melwanti menghadirkan Ketua KPU Arief Budiman, peneliti dari LIPI DR Sri Nuryanti, Direktur keuangan daerah dan Direktur fasilitasi KDH, Drs Akmal Piliang M.Si.

Menurut Kapus Litbang Sastry Bakry, acara ini dimaksudkan untuk menemukan solusi guna pengurangan pemborosan dalam pembiayaan tahapan pilkada serentak.

“Tentu saja tanpa mengorbankan kualitas demokrasi dan efektivitas pilkada serentak,” katanya.

Pada akhirnya diseminisasi yang akan dilanjutkan diskusi publik itu akan memberikan rekomendasi kepada pimpinan selaku pengambil kebijakan untuk perbaikan pembiayaan pilkada serentak ke depan.

Pada paparannya pengkaji Dr Siti Aminah menjelaskan temuan-temuan menyangkut penggunaan anggaran di beberapa provinsi yang pada beberapa sisi terlihat membengkak. Penelitian itu katanya bertolak dari data akurat.

Ketua KPU Arief  Budiman menyebut memang pada banyak daerah terjadi pemotongan anggaran pilkada. Pilkada serentak terakhir, menyebabkan terjadi penambahan tugas dan biaya. “Tidak hanya persoalan pengadaan barang besarannya, namun tak menutup mata, juga berasal dari honor dan pokja yang tidak sedikit,” katanya seraya mengatakan efisiensi dalam demokrasi memang keniscayaan. 

MODEL PEMBIAYAAN PILKADA – Ketua KPU RI Arief Budiman dan nara sumber lainnya memberikan materi pada acara desiminasi model pembiayaan pilkada Indonesia yang diadakan Litbang Kemendagri dengan moderator wartawati Vinna Melwanti di Jakarta, Kamis (2/11) foto : Humas Depdagri

Hak-hak semacam itulah yang hendak diitemkan Kemendagri. Dengan demikian bisa memetakan permasalahan yang timbul sebagai dampak pembiayaan yang berasal dari APBD dan APBN.
Dari sana akan didapat model pembiayaan pilkada serentak yang lebih hemat.

Dalam diskusi yang berkembang dikemukakan hasil evaluasi pelaksaaan pilkada serentak  2015, ditemukan sejumlah masalah.

Masalah itu rata-rata dana yang diajukan untuk pelaksanaan pemilihan kepada daerah membengkak dibanding alokasi APBD. Alokasi anggaran yang tersedia dalam APBD 2015, belum mengakomodir pelaksanaan kegiatan tahapan pilkada sampai selesai  2016. 

Misalnya, pemungutan suara yang dilaksanakan Desember 2015 tetapi seluruh tahapan selesai pada 2016. Untuk hal semacam ini seharusnya anggaran yang disiapkan untuk dua tahun anggaran (jamak), yaitu di APBD  2015.

 “Alokasi anggaran kegiatan yang tersedia belum mencukupi kebutuhan. Sementara itu diketahui tingginya biaya pilkada yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah menjadi beban berat bagi daerah-daerah yang kapasitas fiskal rendah,” ungkap Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Ditjen Otda, Drs Akmal Piliang M.Si,.

FGD dengan nuansa talkshow interaktif itu dihadiri KPU, bawaslu, panwaslu kab/kota, litbang daerah, bappeda, kesbang, badan pengelola keuangan daerah, biro pemerintahan dari beberapa provinsi/kabupaten terpilih, serta LSM pemantau pemilu. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB