​Di Padang, Pengendara Akhlaknya Banyak Buruk

Penulis -

Sabtu, 8 Juli 2017 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Keluh kesah netizen sadar lalu lintas berbanding terbalik dengan kenyataan di jalan raya.
Pengendara di Padang sesuai pengamatan prokabar.com, selalu tergesa-gesa tak mau memberi jalan pada orang. Mau berbelok, tak dihiraukan.

“Padahal akhlaknya baik waktunya hanya hilang 10 sampai 20 detik. Bahkan semenit pun tak soal. Sayang, tak sabaran,” kata Riki warga luar kota. Ia mengeluh soal lalu lintas Padang yang tak kunjung membaik.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Coba deteksi pasti kacau lalu lintas di Padang.” Sambungnya.

Yang agak tertib di Khatib Sulaiman- Rasuna Said – Sudirman – Bgd Aziz Chan. Kemudian di A. Yani.

Kecuali A Yani, ada petugas polisi. Di jalan lain lebih pada sesuka hati. Lalu lintas bisa agak bagus bukan karena sadar berlalu lintas melainkan karena takut kendaraannya rusak.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selain itu, yang bikin ngilu di kota ini, pengendara motor, membawa emosi kemana pergi dan mencampakkannya di jalan.

Belum lagi ketika saat berhenti di traffic light. Semuanya serba buru buru. Belum lagi lampu hijau menyala, sudah banyak kendaraan roda dua yang membunyikan klaksonnya. Rasa dia saja yang punya jalan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Saya pernah bertengkar gara gara bunyi klakson ini, tidak ada tenggang rasa di jalan raya” Kata Junaidi kepada Prokabar.com

Keluh kesah buruknya lalu lintas di Padang selaras dengan maju tidaknya kota ini. Jalan raya adalah cermin peradaban. (eda)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB