Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Artikel

​Sejuta Perantau, Sejuta Rindu Tumpah di Ranah Minang


Bukittinggi, Prokabar – Pesawat, mobil dan motor pembawa sejuta rindu sejuta perantau pulang ke Ranah Minang, satu persatu kembali berbalik. Mereka membawa anak dagang ke negeri orang. Tahun depan Insya Allah kembali pulang.

Dan pesawat airbus milik Garuda Indonesia itu telah landing di BIM, ratusan orang naik. Di sana juga ada Cap dan istri serta dua anaknya. Diantar nenek dan kakek serta Pakngahnya sampai selasar. 

Si cucu menyalami kerabatnya. Pautan rindunya, teraju ayah bundanya.

Di rumah-rumah batu, rumah kayu tua terawat, di lapau, masjid terlihat orang ramai. Lebih ramai kalau di pasar. Rantau jauh rantau sudut dapur. Tak merantau juga ada. Semua menumpahkan rindu satu sama lain. Juga ada yang tak rindu.

Baca Juga :  Ratusan Orang Berfoto di Masjid Raya Sumbar. Kenapa?

Di beberapa daerah perantau membantu kampung halaman. Membangun rumah untuk orang miskin, membuat jalan dan entah apalagi.

Perantau pulang bagi orang Minang berbeda dengan daerah lain. Peristiwa ini punya hentakkan pada lantai kebudayaan. Hentakkan itu jadi bunyi, jadi irama. Irama itu menjadi refren Ranah Minang berbilang tahun lamanya.

Jadi lagu

Rindu orang rantau pada kampung dan sebaliknya bagi orang Minang digubah jadi lagu. Awalnya pantun. Lagu-lagu itu nyaris mendominasi industri rekaman di daerah tersebut. Produknya dijual di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Pemerintah Larang Masyarakat Menerbangkan Balon Udara, Ini Alasannya

Industri rekaman di daerah tersebut menerima lagu-lagu soal emosional rantau itu dari pengarang lokal yang produktif.

Fenomena lagu ranah dan rantau itu yang melampaui prediksi tak lain, “Teluk Bayur” pelantunnya Ernie Djohan.

Sehebat apapun lagu  hampir serupa yang dibuat kemudian baik dengan latar terminal bus bahkan bandara, tak bisa menandangi “Teluk Bayur”

Sedikit liriknya:

//Selamat tinggal Teluk Bayur Permai

Doakanlah daku cepat kembali//

Tapi sekarang pelabuhan alam itu sepi. Meski sepi,   dianya telah menyumbang romantisme pada budaya urang awak.

Ransel

Merantau satu ransel Pulang banyak koper. Itu banyak terjadi. Satu ransel, isinya pakaian dan surat-surat. Naik bus ke Jawa atau Batam. Tenggelam di sana bertahun-tahun. Pulang bawa istri atau suami dengan banyak koper. Atau tak kunjung pulang.

Baca Juga :  Innova Terjun Jurang, Dua Tewas, 9 Kritis

Romantisme lain dalam lagu Minang adalah bujang merantau ditunggu kekasih di kampung. Sulitnya transportasi dan komunikasi kala itu, maka percakapan dilakukan lewat surat. Surat-surat itulah kemudian bocor satu demi satu lalu dikisahkan pada orang lain dan lantas jadi kisah hebat negeri matriakat itu.

Lalu kini tatkala jempol bisa masuk neraka ulah mengetik-ngetik juga, pesan bisa dikirim secepat kilat. Lalu lintas orang kemanapun juga bisa cepat, maka romantisme itu kian hambar. (rizal)

Berani Komen Itu Baik

To Top