​Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa Poso

Penulis -

Selasa, 30 Mei 2017 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar. Hingga pagi ini (30/5), pemerintah setempat terus melakukan pendataan di lapangan, khususnya jumlah kerusakan dan korban jiwa. Laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah menyebutkan bahwa puluhan rumah warga di wilayah Kabupaten Poso mengalami retak-retak atau rusak ringan. Berdasarkan analisis peta gempa, Kabupaten Poso terdampak gempa keras dengan intensitas V – VI MMI.
Data sementara BPBD melansir dampak di Desa Sedoa, Lore Utara-Timur, Poso sebagai berikut, Desa Sedoa 2 warga luka berat dan 1 luka ringan, 1 gereja dan 1 polindes roboh, dan puluhan rumah warga retak. Dampak di Desa Alitupu mencakup 1 rumah roboh dan 1 warga usia senja mengalami luka berat, sedangkan di Desa Wuasa, 3 rumah retak dan rekahan tanah yang mengeluarkan lumpur dan bau belerang. Pantauan BPBD, wilayah Lore Utara-Timur merupakan wilayah yang mengalami kerusakan terparah. 

Sementara itu di wilayah Kota Poso, sebagian depan bangunan BNI roboh dan jembatan panjang yang berlokasi di dekat pos ‘smaker’ retak. 

Pada wilayah Poso Pesisir, kerusakan terjadi di Desa Towu, yang terdiri dari 2 rumah warga roboh, 19 rumah warga retak serta 1 korban luka. Kerusakan di wilayah Poso Pesisir Utara mencakup Desa Kilo (1 rumah waga roboh), Desa Bakti Agung (1 rumah roboh), Desa Tambrana (pagar dan bangunan di SMP 2 roboh).     

Pemerintah setempat juga melaporkan bahwa bangunan parkir milik polsek di wilayah Kecamatan Lage, Poso, roboh, sedangkan tidak ada dampak kerusakan maupun korban di wilayah Poso Pesisir Selatan, seperti Pamona dan Lore Tengah. 

Upaya penanganan darurat, BPBD telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan dinas-dinas terkait dan pihak kepolisian. BNPB juga terus memonitor perkembangan lapangan dan penanganan darurat pascagempa. Tim Reaksi Cepat BNPB telah betangkat ke Poso untuk mendampingi BPBD. BPBD masih melakukan pendataan dampak gempa.

Sebelumnya, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melaporkan gempa berkekuatan 6,6  yang belokasi di 38 kilometer Barat Laut Poso, 58 kilometer Timur Laut Sigi atau 75 kilometer di Tenggara Palu, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (29/5), pukul 21.35 WIB. Pusat gempa di darat pada kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini sudah terjadi gempa susulan sebanyak 14 kali dengan intensitas gempa yang terus mengecil.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB