Peristiwa

​Pasa Siti Nurbaya, Pasar Zaman Now di Kota Padang

Dibaca : 3.2K

Padang, Prokabar – Pasar adalah tempat bertemu penjual dan pembeli, tapi itu dulu. Sekarang sebuah pasar bisa menjadi destinasi wisata baru. Seperti yang digagas oleh Genpi Sumbar dengan membuat Pasar Siti Nurbaya.
Pasar Siti Nurbaya tidak hanya sebuah konsep, tapi benar benar sebuah pasar. Bedanya, pasar ini didisain semenarik mungkin dengan mengkombinasikan dengan objek foto sehingga menjadi Social Media Friendly dan Instagramable. 

Pasar Siti Nurbaya diambil dari  Gunung Padang  novel yang  ditulis Marah Rusli dengan judul Sitti Nurbaya, Kasih tak Sampai. Novel ini juga pernah diangkat menjadi film. Roman hebat itu antara lain mengambil seting Gunung Padang. Saking populernya orang lupa Siti Nurbaya adalah kisah dalam novel, bahkan sebagian besar menganggapnya sebagai legenda.

Gunung Padang dan Batang Arau adalah kawasan yang menjadi ikon Kota Padang. Dahulunya pelabuhan ini adalah pelabuhan tersibuk di pesisir barat Pulau Sumatera. Tempat beelabuh kapal kapal dari Eropa dan India untuk berdagang. Batang Arau juga dikenal sebagai cikal bakal Kota Padang sebagai pusat perdagangan. 

Hingga saat ini di sepanjang Batang Arau masih berdiri kokoh bangunan tua, bukti bahwa dulu Kawasan ini adalah sentra pedagangan. 

Membangkitkan semangat tersebut, Genpi Sumbar memilih lokasi di kaki Gunung Padang sebagai pasar yang akan dikembangkan. Apalagi saat ini kawasan ini menjadi destinasi wisata sekaligus masyarakat Kota Padang berolah raga hiking. 

Pasar Siti Nurbaya menawarkan konsep pasar kuliner tradisional dengan konsep dan makanan yang dijual adalah tempo dulu. Pengunjung akan dibawa bernostalgia ke zaman dahulu, zaman Siti Nurbaya memadu kasih dengan Syamsul Bahri. 

Pengunjung akan menikmati masakan tradisional Minangkabau, seperti Lamang Tapai, Goreng pisan dengan ketan, kolak pisang, kolak ubi, lontong gulai paku dan cubadak, lontong pical, sate, soto dan masih banyak kuliner lainnya. Sesangkan untuk minuman disediakan kopi Solok Rajo, Sorbat, Bandrek, daun kawa, dan minuman tradisional lainnya. 

“Semua menu tersebut akan dibuat dan dijual oleh ibu ibu di Kelurahan Batang Arau, kita memberdayakan potensi masyarakat,” ungkap Aris Purnama, Koordinator Genpi Sumbar. 

Untuk yang hobi berfoto dan selfie, juga disediakan tempat foto yang menarik. Ada perahu hias, sepeda ontel, bendi, pelaminan Minangkabau tempo dulu dan spot menarik lainnya. Genpi Sumbar juga menyediakan hadiah menarik bagi pengunjung yang mengupload foto dan vlognya ke instagram. 

Tidak hanya sampai disitu, pengunjung juga akan dihibur oleh kesenian tradisional Minangkabau, yang pemainnya adalah pemuda pemudi Kelurahan Batang Arau. 

“Akan ada penampilan tari piring, tari payung, randai, silek, dan satu lagi akan ada tari balance madam, sebuah tari langka yang merupakan tari bangsawan Spanyol,” sebut Aris. 

Selain itu juga digelar pemilihan Syamsul Bahri dan Siti Nurbaya  tingkat pelajar. Peserta akan mengenakan baju kurung dan baju taluak balango. 

Anda tertarik mengunjungi pasar ini? Jangan lupa datang 26 November 2017 pukul 07.00 sd 11.00, yang berlokasi di lapangan pintu masuk  Gunung Padang (laf)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top