Wisata

​Menpar RI : Kami Hanya Dukung Kepala Daerah Yang Punya Komitmen

Jakarta, Prokabar. Komitmen pemimpin, atau dipopulerkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai CEO Commitment, adalah penentu dalam membangun pariwisata. Pariwisata itu tidak bisa berdiri sendiri, harus ada sinergisitas yang kuat dalam konsep penthahelix maupun incorporated. 50 % keberhasilan pariwisata tergantung CEO Commitment tersebut.
Konsep penthahelix yang memadupadankan kekuatan pemerintah, akademisi, bisnis, media dan komunitas, harus memiliki satu irama. Dirigen untuk mencipatakan harmonisasi kerja tersebut tentu saja berasal dari CEO. CEO ini memiliki akses dan kewenangan besar, dalam mengatur dan mengkoordinasikan apasaja dibawah kewenangannya.

“Kita   patut   bangga  dengan  komitmen  Presiden   pada   pariwisata.   Presiden   Jokowi terus   mendorong   upaya   untuk   memoles   destinasi   wisata   unggulan  di   Indonesia. Presiden  sendiri  yang  turun  menjadi  endorser  terhebat   pariwisata  kita,” Kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam CEO Commitment, yang ditayangkan secara langsung di Facebook Kementrian Pariwisata.

Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan.  Pariwisata dijadikan sebagai sektor  prioritas selain infrastruktur, maritim, pangan dan energi. Bahkan,   pariwisata  dijadikan core economy  Untuk Indonesia ke depan. Alasannya, pariwisata adalah komoditas yang paling  berkelanjutan, paling  menyentuh ke level bawah , dan memiliki prospek yang terus menanjak.

Presiden Jokowi dalam mengelola pariwisata selalu menerapkan Indonesia Incorporated. Seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan kemajuan pariwisata saling bekerjasama, dibawah komando presiden.   

“Apa saja yang diputuskan   presiden   langsung   ditindaklanjuti   di   level   kementerian   secara incorporated,” sebut Mantan Dirut Telkom ini.

Sayangnya, CEO Commitment yang dicontohkan oleh Presiden Jokowi belum menular ke Gubernur/ Bupati atau Walikota di Indonesia.  Keseriusan CEO akan terlihat dari bagaimana Pemda memprioritaskan sumber daya dan anggaran mereka di pariwisata. Contoh mudahnya adalah mengenai besaran anggaran   untuk   pariwisata,   dan   apakah   pemilihan   Kepala   Dinas   Pariwisatanya sudah yang terbaik.

“Kalau mau berterus-terang, saya hanya akan bantu provinsi,kabupaten/kota   yang   gubernur   atau   bupati/walikota   yang   benar-benar   committed dan konsisten membangun pariwisata.” Tegas Arief Yahya.

Arief Yahya mencontohkan beberapa daerah yang CEO commitment kepala daerahnya hebat, seperti Bupati Banyuwangi, Gubernur Sulawesi Utara, Gubernur Bangka Belitung dan Gubernur Sumatera Utara melalui Badan Otoritas Pariwsata Danau Toba. Daerah – daerah tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pariwisata, karena semuanya bergerak untuk pariwsata, dibawah kendali Kepala Daerah. Hasilnya, terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Saya menegaskan sekali lagi, bahwa 50% sukses pariwisata daerah itu berasal dari CEO Commitment. Keseriusan, keberpihakan, dan kejelasan pimpinan daerahnya dalam mengurus pariwisata. Dengan komitmen dandukungan CEO serta seluruh stakeholder, tidak mustahil target 20 juta wisman pada2019 akan tercapai!Salam Pesona Indonesia!!!” tutup Arief Yahya (eda)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Berikan Komentar

To Top