Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

​Maninjau Gawat, Cepatlah Tangani

Dibaca : 1.2K

Padang, Prokabar – Danau vulkanik purba itu adalah danau yang tak ada sungai mengalir ke sana. Adanya sungai yang berhulu di sini. Danau ini adalah juga sumber inspirasi para sastrawan hebat Minang.  Maninjau dipagar bukit- bukit yang dindingnya nyaris tegak lurus.
Beberapa puluh tahun belakangan Maninjau pemasok utama ikan air tawar untuk Sumbar dan Riau. Di sana petani membuat keramba jala apung (KJA). Sisa pakan KJA itulah yang mengendap dan membuat danau kritis. KJA sesayup-sayup mata memandang di danau itu.

Sekali setahun, danau itu jadi buah bibir. Ikan dikeramba mengapung, mati. Kerugian mencapai miliaran rupiah. Tapi masyarakat tak jera. Usai dibersihkan, bibit baru disemai lagi. Begitu terus menerus.

Kematian ikan itu, kata ahli karena zat kimia sisa pakan naik keatas. Sirkulasi air danau membawa zat beracun bagi ikan ke permukaan. 

Di meja diskusi, pejabat selalu saja membahas masalah ini. Tapi sesering diskusi, sesering itu pula ikan mati. 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), memasukkan Danau Maninjau sebagai salah satu danau kritis di Indonesia. Sayangnya hingga kini tidak ada langkah nyata dilakukan. Perda yang dibuat Pemerintah Kabupaten Agam, tidak punya kuku. Keramba tetap ramai di danau. 

Masalah Danau Maninjau menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan Wamen ESDM dengan Wakil Gubernur Sumbar. Semoga ada solusi nyata, tidak hanya rencana rencana saja. (laf)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top