Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Artikel

​Lebaran Benar-benar Pindah ke Medsos


Jakarta Prokabar — Entah makin kokoh atau kian longgar, silaturahmi saat Lebaran kini pindah ke media sosial (medsos). Tak ada salam di pintu rumah lalu naik makan ketupat.
Basa-basi di medsos kata sebagian orang basi dan hambar, bagi yang lain hangat-hangat saja.

“Jabat tangan pasti ada, tapi kalau jaih dengan medsos saja, ” sebut sahabat dari Jogjakarta, Purwadi, Sabtu (24/6/2017).

Baca Juga :  Pulang Kampung, Perantau Tungkar Disambut Siriah Carano

“Bagi saya apapun ucapan di medsos dan di WA terkesan basa-basi, kodian, sekali kirim, hutang terbayar pada ratusan orang, tak personal,” sebut Aziz kerabatan dari Padang.

Apapun itu sejak ada SMS dan kemudian berbagai bentuk media pengirim teks maka segalanya sudah ditumpangkan di sana. Momen Idul Fitri dijadikan ajang lihai mengarang pendek. Belakangan tak hanya teks namun juga gambar orang atau masjid. Ini dilengkapi dengan beebagai ucapan. Terus berkembang ke kiriman video. (nrs)

Berani Komen Itu Baik

To Top