Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

​Kiper Persela Lamongan Meninggal, Begini Analisa Dokter Spesialis Anastesi

Dibaca : 850

Jakarta, Prokabar — Kiper legendaris Persela Lamongan Choirul Huda, dipastikan meninggal oleh tim dokter pukul 17.15 WIB. Saat di IGD kiper itu mendapat pertolongan medis. Sang kapten sempat ada respon, ditandai dengan kulit memerah, namun kondisinya kian menurun, dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.

Choirul Huda mengalami benturan keras, saat Persela Lamongan menjamu Semen Padang FC. Benturan terjadi ketika pemain Semen Padang Marcel berusaha menjebol gawang Choirul Huda. Saat itu Pemain belakang Persela, Ramon, berusaha memotong pergerakan marcel. Tepat dimulut gawang, Choirul Huda berusaha menangkap bola. Namun yang terjadi kaki Ramon membentur tulang rusuk Choirul Huda.

Dalam rekaman pertandingan, kiper itu sempat meringis menahan kesakitan di bagian dada. Tak lama kemudian, kiper berusia 38 tahun tersebut, pingsan. Petugas medis terlihat cukup panik. Kapten Persela ini kemudian di bawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Menurut dr Yudistiro Andri Nugroho, dokter spesialis Anastesi RSUD dr Soegiri Lamongan, meninggalnya Choirul Huda diduga akibat benturan keras di dada dan rahang bawah. Akibatnya terjadi trauma di dada, kepala dan leher.
“Di dalam tulang leher ada sumsum tulang yang menghubungkan ke batang otak. Di otak itu ada pusat semua organ vital, pusat denyut nadi dan nafas,” jelas Yudistiro.

Namun dokter tidak bisa memastikan lebih jauh karena tidak dilakukan scanning. “Kita tidak membawa ke radiologi karena fokus pada menangani kondisi awal,” ungkap kepala UGD itu.

Jenazah Choirul Huda dibawa ke rumah duka, diiringi lantunan tahlil oleh masyarakat dan pendukung tim Joko Tingkir ini. Di rumah sakit juga hadir seluruh pemain dan official tim, perwakilan Tim Semen Padang FC, Bupati Lamongan, dan fans Persela Lamongan. Sementara itu di media sosial ucapan duka mengalir deras. Di twitter sejak Minggu (15/10) sore. Choirul Huda menjadi trending topic. Ucapan duka juga datang dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melalui media sosialnya.

“Saya atas nama masyarakat dan insan sepak bola Sumatera Barat menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulis Irwan Prayitno.

Selamat jalan kapten, loyalitas dan dedikasi mu semoga menjadi panutan. (laf)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top