Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

​Jalan Alternatif Pinggang Marapi Dipadati Kendaraan


Agam, Prokabar – Kepadatan arus lalu lintas jalan Payakumbuh Bukittinggi membuat pengguna jalan mencari jalan alternatif. Satu-satunya jalur adalah melewati pinggang Gunung Marapi.
Bukannya bertambah cepat, jalur sempit ini juga menjadi titik macet. Seperti ruas jalan dari Canduang menuju persimpangan ke Baso. Jalur itu sebenarnya hanya cocok dilewati kendaraan saja. Mobil berselisih, macet terjadi.

Beruntung sejumlah pemuda berinsiatif mengurangi kemacetan. Pemuda pemuda itu membantu pengemudi melewati jalur ini.

Sementara itu di ruas jalan lain, sejumlah warga memanfaatkan situasi padat lalu lintas ini dengan meminta sumbangan. “Lumayan banyak dapat, uang ini dipakai untuk acara pemuda,” kata salah seorang warga.

Jalur alternatif ini mulai dari Pasar Koto Baru melewati Batu Palano, terus ke Sungai Pua. Jalur ini punya banyak persimpangan. Bisa ke Tanjung Alam, Biaro, Baso dan bisa tembus ke Piladang, 50 Kota.

Tapi melewati jalur ini, harus ekstra hati hati. Selain jalan sempit, juga padat kendaraan. (laf)

Berani Komen Itu Baik

To Top