Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

​Ilegal Fishing Porak Porandakan Laut Sumbar

Dibaca : 1.2K

Agam, Prokabar – Ancaman ilegal fishing masih ada didepan mata nelayan. Kerusakan bawah laut termasuk karang sebagai tempat tinggal merata terjadi di perairan luar Sumbar.
Seperti yang terjadi di Tiku, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, yang memang hobi memancing ini, melihat langsung kondisi perairan. Wagub menggunakan kapal pengawas Tenggiri milik pemprov, memancing ikan di spot yang dulhnya banyak ikan. Namun, tak seberapa ikan yang berhasil ditarik ke kapal.

“Terlepas dari cuaca yang tidak bersahabat, kondisi bawah laut tiku sudah hancur, karena bom ikan, putas ataupun pukat harimau,” ungkap Arman, nelatan lokal yang mendampingi Nasrul Abit.

Arman bertutur kepada mantan Bupati Pessel ini, dulunya ikan disini sangat banyak. Namun setelah pelaku ilegal fishing datang, nelayan mulai melarat. Hasil tangkapan pun jauh menurun.

“Pelaku ilegal Fishing ini datang entah dari mana, tapi yang jelas bukan nelayan lokal,” lanjut Arman.

“Ini tanggung jawab kita bersama, pemerintah daerah, TNI dan Polri harus bergerak menyelamatkan potensi laut Sumbar,” sebut Nasrul Abit.

Nasrul Abit, Wakil Gubernur Sumbar

Persoalan ilegal fishing ini sudah menjadi persoalan nasional. Bahkan Mentri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sudah berkali kali menenggelamkan kapal yang tidak mematuhi aturan Indonesia. Termasuk kapal yang melakukan ilegal fishing.
“Kita akan segera bahas ini, dan disini nelayan segera membangun rumpon, agar ikan kembali berkumpul,” harap NA.

Wagub Nasrul Abit sengaja menjelajahi laut Tiku, untuk melihat dari dekat tentang potensi ikan dan kesejahteraan nelayan. Wagub beserta rombongan juga memancing ikan. Tapi cuaca tidak bersahabat. Tidak lepas hobi memancing ketua Partai Gerindra Sumbar ini. (laf)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top