Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

​Iklan Rokok Dilarang, Ribuan Orang Kehilangan Lapangan Kerja  

Dibaca : 1.5K

Padang, Prokabar – Rencana Pemko Padang dan DPRD merevisi Perda Kawasan Tanpa Rokok, sepertinya akan lancar lancar saja, saat bersamaan ribuan orang was-was.
Banyak yang suka, karena dianggap melindungi masyarakat dari bahaya rokok. Dalam revisi itu ada tambahan tiga larangan, yaitu Pelarangan seluruh iklan rokok di Kota Padang, pelarangan kegiatan SPG rokok, dan pelarangan acara atau iven dengan sponsor rokok. Perda ini direncanakan akan berlaku 1 Januari 2018. DPRD akan mensahkan Perda ini Jumat (18/7/2017) mendatang.

Tapi ada ancaman serius dibalik itu semua. Hantu itu bernama Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) mencatat, saat ini ribuan orang bergantung dari iklan rokok ini di Kota Padang. Jika usaha tidak jalan, perusahaan gulung tikar, karyawan di PHK dan pengangguran bertambah. P3I menyebutkan usaha yang pasti kena dampak adalah usaha advertising, percetakan digital, Event Organizer (EO), usaha konstruksi, SPG dan distributor rokok. belum lagi dampak tidak langsung yang akan dirasakan oleh sektor lain.

Terhadap kondisi ini, P3I menulis surat terbuka yang ditujukan kepada gubernur, walikota dan bupati se Sumatera Barat. “Mohon bapak walikota dan bapak bupati jangan dibunuh (matikan) usaha kami, ribuan warga akan kehilangan kerja,” tulis P3I dalam surat terbuka itu. Surat ditandatangani oleh perintis periklanan dan pembina P3I Sumbar, Erismon Doice.

Iklan luar ruang selama ini memang didominasi oleh iklan rokok. P3I mencatat 70 % keuntungan yang didapat usaha advertising didapatkan dari iklan rokok. keuntungan itulah yang dinikmati karyawan dan keluarga mereka di rumah. 

“Kami dari P3I setuju dengan KTR di Kota Padang, tapi Perda itu jangan direvisi, tetap sajalah pakai Perda lama yang mengacu pada Kepres 109/2012. kami akan bantu membuat baliho tentang bahaya rokok bagi anak anak di kawasan yang dilarang,” ujar Krismon Doice.

P3I juga berharap, Pemerintah Kota Padang tidak melakukan pelarangan secara total terhadap iklan rokok ini, karena ini berkaitan dengan nasib banyak orang. “Tegakah bapak melihat nasib kami nantinya? kami yakin bapak walikota dan bupati memahami aspirasi kami,” tutup Krismon dalam surat terbukanya. (laf)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top