​Horor Silaiang Kariang Dulu dan Sekarang

Penulis -

Rabu, 28 Juni 2017 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Panjang, Prokabar – Jalan Silaiang Kariang nan legendaris berada di Lembah Anai, Sumatera Barat. Tikungan tajam sempit dan basah, telah membuat “horor” selama berpuluh tahun. Banyak mobil tak kuat menanjak.
Belakangan tikungan itu mulai agak landai dan “horor”nya mulai berkurang, namun namanya tetap disimpan dalam memori generasi ke generasi.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jika rel kereta api di sana mulai dibangun 1891 maka jalan darat itu lebih tua lagi. Merupakan jalan pedati dari darek ke rantau di zamannya. Merujuk cerita rakyat maka tak jauh dari sana ada Bukit Tambun Tulang, sarang penyamun.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Kini saat lebaran kendaraan merangkak bagai pedati. Dua jam. Syukur tak ada penyamun sebab negeri sudah merdeka dan aman. Meski begitu tebing bisa runtuh sewaktu-waktu apalagi kalau hujan.

Dan Silaing Kariang sekarang adalah kengerian baru. Truk-truk bermuatan berat harus dipandu untuk menanjak. Arus dari arah Padang Panjang masih harus ditutup jika truk sedang menanjak di sana. Begitu dulu, juga sekarang.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Legendarisnya Silaing Kariang sebenarnya belum apa-apa jika dibanding kelok liku di Sitinjau Laut. Lebih mengerikan. Ceritanya juga amat panjang sepanjang “horor” yang ditimbulkannya. (eda)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB