Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Artikel

​Horor Silaiang Kariang Dulu dan Sekarang


Padang Panjang, Prokabar – Jalan Silaiang Kariang nan legendaris berada di Lembah Anai, Sumatera Barat. Tikungan tajam sempit dan basah, telah membuat “horor” selama berpuluh tahun. Banyak mobil tak kuat menanjak.
Belakangan tikungan itu mulai agak landai dan “horor”nya mulai berkurang, namun namanya tetap disimpan dalam memori generasi ke generasi.

Baca Juga :  Tiga Hari Lebaran, Perantau Mulai Bergeser ke Riau

Jika rel kereta api di sana mulai dibangun 1891 maka jalan darat itu lebih tua lagi. Merupakan jalan pedati dari darek ke rantau di zamannya. Merujuk cerita rakyat maka tak jauh dari sana ada Bukit Tambun Tulang, sarang penyamun.

Kini saat lebaran kendaraan merangkak bagai pedati. Dua jam. Syukur tak ada penyamun sebab negeri sudah merdeka dan aman. Meski begitu tebing bisa runtuh sewaktu-waktu apalagi kalau hujan.

Baca Juga :  H+2 Lebaran, Padang - Padangpanjang Lanjar Jaya

Dan Silaing Kariang sekarang adalah kengerian baru. Truk-truk bermuatan berat harus dipandu untuk menanjak. Arus dari arah Padang Panjang masih harus ditutup jika truk sedang menanjak di sana. Begitu dulu, juga sekarang.

Legendarisnya Silaing Kariang sebenarnya belum apa-apa jika dibanding kelok liku di Sitinjau Laut. Lebih mengerikan. Ceritanya juga amat panjang sepanjang “horor” yang ditimbulkannya. (eda)

Berani Komen Itu Baik

To Top