Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

​Hati Hati, Mie Asal Korea Ini Mengandung Babi


Jakarta, Prokabar – Mie Instan memang lezat. Bisa diolah menjadi apa saja secara cepat dan efisien. Tapi hati hati ternyata tidak semua mie instan aman untuk di konsumsi.
Baru baru ini BPOM mengumumkan bahwa empat produk mie instan asal Korea, positif mengandung babi. Keputusan itu dikeluarkan setelah dilakukan penelitian.

Baca Juga :  Meksiko Permalukan Juara Bertahan, Jerman

Ketiga produk dan jenis mi itu, adalah sebagai berikut:

1. Samyang, dengan produk mi instan U-Dong dan mi instan rasa Kimchi

2. Nongshim, dengan produk mi instan Shin Ramyun Black

3. Ottogi, dengan produk mi instan Yeul Ramen

Surat edaran BPOM bernomor IN.08.04.532.06.17.2432 itu ditujukan untuk Kepala Balai Besar/ Balai POM seluruh Indonesia. Dalam surat tersebut, tercantum perintah untuk menarik ketiga produk mi terhitung sejak Kamis (15/6). 

Surat Edaran BPOM (kumparan.com)

BPOM pun secara resmi meminta Kepala Balai POM seluruh Indonesia untuk memantau agen distributor dan supermarket yang masih menjual ketiga merek mi instan tersebut.

Baca Juga :  H+2 Lebaran, Padang - Padangpanjang Lanjar Jaya

Kami informasikan target pemantauan antara lain di sarana distribusi retail produk yang menjual produk termasuk diantaranya importir distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional atau sarana yang sering melakukan pelanggaran di wilayah kerja saudara masing-masing,” ujar BPOM dalam keterangannya. (ina)

Berani Komen Itu Baik

To Top