Peristiwa

​Bank Nagari Rugi, Dirut Dapat Mosi Tak Percaya, Pemegang Saham Masih Diam

Padang, Prokabar. Diam-diam Bank Nagari/ PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat, bagai api dalam sekam. Laba anjlok dan para eksekutif meminta direktur utama serta direktur kredit mundur.
Sumber prokabar.com di bank itu menyebut atasan mereka sudah membuat surat mosi tak percaya pada direktur utama (dirut) dan salah seorang direksi penting: kredit.

Dirut BN Dedy Ihsan terpilih dalam RUPS tahun silam. Ia berasal dari BRI. Menurut sumber irama kerja bank itu tak terikuti oleh dirut, sebaliknya ada resistensi pada dirinya. Ini wajar sebab dialah “orang luar” pertama yang masuk ke jajaran atas bank tersebut dan langsung menduduki posisi dirut.

Maka seperti dilansir wartaekonomi.co.id Jakarta, Senin (12/6/2017) BN mengalami tekanan dalam kinerja keuangannya di kuartal perdana tahun ini. Betapa tidak, keuntungan perseroan anjlok 30,76% menjadi Rp77,15 miliar, padahal di periode yang sama tahun lalu Bank milik Pemerintah Daerah Sumatera Barat ini masih sanggup membukukan keuntungan Rp111,44 miliar.

Di samping itu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di tiga bulan perdana juga malah membengkak ke angka 3,24% (gross) atau mencapai Rp443,76 miliar dari posisi sebelumnya 3,16%. Dari sisi kredit, persentase share kredit antara kredit produktif dengan kredit konsumtif juga semakin melebar.

Pada periode Januari hingga Maret tahun lalu, porsi kredit produktif masih mencapai 30% dan 70% sisanya merupakan kredit konsumtif, saat ini porsi kredit produktif menyusut ke angka 22% dan kredit konsumtif meningkat menjadi 78%. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga tercatat naik ke angka 83,83%, bandingkan dengan BOPO Bank Nagara di tiga bulan pertama tahun ini yang masih bertengger di angka 76,38%.

Rasio keuangan lainnya seperti return on asset (ROA) juga turun ke angka 1,65,% dari posisi sebelumnya 2,82%. Seakan tidak mau kalah, return on equity (ROE) perusahaan juga ikut turun ke angka 13,35% dari posisi sebelumnya 22,43%.

Entah karena itu atau oleh sebab lain para eksekutif dan semua kepala cabang bank itu membuat surat ke semua pemegang saham dan OJK. Para pemegang saham tersebut pemerintah provinsi Sumatera Barat dan semua bupati walikota se provinsi itu.

Tadi  Selasa (13/6/2017) dipanggil semua pejabat eksekutin Bank Nagari ke OJK  Padang guna mengklarifikasi surat mosi tidak percaya yang mereka buat. Besok Rabu (14/6/2017) dewan direksi yang dipanggil. (nrs/laf)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top