Trending | News | Daerah | Covid-19

Artikel

​Bangga, Inilah Anak Muda Hebat Asal Sumbar

Dibaca : 7.5K

1. Rio Vamory
Namanya Rio Vamory, pria kelahiran kota Padang Panjang ini adalah juragan sate Padang di Zurich, Swiss. Sate yang dijualnya bukan sate daging melainkan sate ayam.

Foto Rio Vamory

Ia mungkin menjadi satu-satunya orang Indonesia yang ada di Zurich yang membuka bisnis sate dan berkat usahanya itu koran terbesar di Swiss yakni Neuer Zurcher Zeitung (NZZ) menerbitkan satu halaman penuh tentang dirinya.
Sebelum menjadi tukang sate, Rio adalah seorang bankir. Padahal gajinya sebagai bankir lebih dari cukup untuk membiayai kehidupannya di Zurich. Ibunya bahkan mendukung pilihannya tersebut.
Dialah satu-satunya pengusaha sate yang memiliki gerobak sate di Zurich, bahkan Swiss. Mantan bankir inilah yang melakukan terobosan kuliner Indonesia di Zurich yang berjuluk “Little Big City of Switzerland”.
Soal keluarga, Rio mengatakan masih memiliki keluarga di Sumatera Barat. Mereka pernah bertemu beberapa tahun lalu dan hingga kini masih saling berkomunikasi.

Meski telah sukses di rantau, Rio tidak lupa dengan kampung halamannya. Ia mengumpulkan 1 Frank Swiss dari setiap sate yang terjual untuk membantu pelestarian alam Sumatera. (sumber padangkita.com)

2. Faldo Maldini

Faldo Maldini lahir di kota Padang tanggal 9 Juli 1990. Ia terdaftar sebagai mahasiswa dalam program kuliah pascasarjana pada bidang Plastic Electronic Materials di Department of Physics of Imperial College London. Sebelumnya Faldo Kuliah di Fakultas MIPA UI.

Foto Faldo Maldini

Faldo dikenal juga sebagai aktivis. Semasa kuliah di UI, Faldo dipercaya menjadi Ketua BEM UI. Sedangkan saat di London, Faldo didaulat sebagai ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom.

Sebagai seorang yang masih muda tentu banyak hal yang ingin dilakukan oleh Faldo Maldini. Saat ini saja ia sedang menekuni beberapa kegiatan di Indonesia termasuk dengan menjadi co-founder dari pulangkampuang.com yang merupakan komunitas untuk menyatukan potensi dari orang-orang di Sumatera Barat. Selain itu ia juga mendirikan sebuah grup perusahaan yang mempunyai nama Langgar.
Ia juga sudah menulis buku dengan judul “Karena Selama Hidup Kita Belajar” yang mendapatkan tanggapan luar biasa juga. Visinya kedepan adalah untuk menjadi pengajar agar ia bisa mengeluarkan potensi dari orang-orang di masa depan agar bisa lebih bermanfaat.(sumber berkuliah.com)

3. Muhammad Iman Usman

Imam Usman lahir di kota Padang 26 tahun silam, tepatnya pada tanggal 21 Desember 1991. Jiwa sosialnya telah muncul ketika ia masih berusia masih kecil. Ia tergerak hatinya ketika masih banyak anak seusianya yang tidak memiliki buku pelajaran. Untuk itu ia memiliki ide untuk menyimpan rak buku di depan teras rumahnya. Hal tersebut ia lakukan agar anak-anak bisa membaca buku.

Foto Muhammad Isman Usman

Iman Usman telah mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya yaitu ketika ia masih bersekolah di bangku SMA, ia menerima penghargaan sebagai Pemimpin Muda Indonesia tahun 2008 dari Presiden RI dan juga dari United Nations Youth Assembly Recognition on Humanitarian Development, serta penghargaan Mondialogo Junior Ambassador for Intercultural Dialogue oleh DAIMLER dan juga UNESCO. Imam melanjutkan pendidikannya ke FISIP jurusan Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia.

Ia juga menoreh prestasi yang membanggakan. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan di Pascasarjana Columbia University dan lulus dengan IPK 3,990 dan ia mulai aktif bekerja sebagai perwakilan Amerika Serikat pada Yayasan Cinta Anak Bangsa Internasional.

Dan ketika ia telah menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat, ia mendirikan Ruangguru.com bersama sahabatnya yang bernama Adamas Belva Devera. Ruangguru.com sendiri merupakan sebuah perusahaan digital di bidang pendidikan dan juga teknologi.
Kini Imam Usman selain aktif dalam dunia start up bidang pendidikan dan teknologi, Imam juga sering diundang sebagai pembicara dalam forum forum internasional. Terakhir Iman diundang dalam High-Level SDG  Action Event on Education. Dia berbicara di forum dunia  bertempat di Kantor Pusat PBB Rabu (28/6/2017), putera Minang presentasi dihadapan pemangku kepentingan utama sustainable development goal 4 -Pendidikan.

4. Ferry Unardi

Ferry Unardi, pria kelahiran 16 Januari 1988 sekaligus pendiri situs Traveloka. Ferry lahir di Kota Padang, dan sekolah di SMA Don Bosco Padang. Setelah kelulusan SMA, Ferry memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke Purdue University program studi Computer Science dan Engineering.

Foto Ferry Unardi

Setelah lulus dengan gelar pendidikan S1, Ferry sempat bekerja sebagai software engineer di perusahaan
Microsoft daerah Seattle. Puas memperkaya pengalaman dan belajar banya di perusahaan Microsoft selama 3 tahun, Ferry akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan MBA di Harvard University.

Saat menempuh pendidikan di Harvard University, naluri bisnis ferry akhirnya mulai membesar, ferry unardi berpikir untuk menjalankan usaha startup reservasi pesawat, ide tersebut didapat ketika ferry harus melakukan perjalanan bolak-balik Indonesia-Amerika, setelah 8 tahun lamanya memberikannya banyak pengetahuan tentang sistem reservasi pesawat di Indonesia.
Perusahaan yang dulunya hanya berbentuk sebagai kelompok kecil dengan anggota 8 orang, sekarang ini sudah berkembang pesat menjadi perusahaan besar dengan jumlah karyawan sudah mencapai lebih dari 100 orang.

5. Jombang Sentani Khairen

Jombang Santani Khairen lahir di Padang, 1991. Alumni SMA 10 Padang angkatan 2009 ini menyelesaikan studinya di jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada Februari 2014.

Foto Jombang Sentani Khairen

Mengarungi dunia penulisan semenjak kecil, sosok sang ayah, Khairul Jasmi, yang berprofesi sebagai wartawan adalah guru besarnya. Kemampuan itu makin terasah ketika ia bergabung di Economica, sebuah organisasi yang bergerak di bidang jurnalistik keilmuan di kampusnya.
Saat ini, ia dibina langsung oleh tangan hangat Prof. Rhenald Kasali, Ph.D di Rumah Perubahan dalam berbagai hal, seperti kepenulisan dan ilmu manajemen, baik yang bersentuhan dengan korporasi, sosial, dan manajemen perubahan.
Da Jomb, begitu ia biasa dipanggil, sebelumnya telah menerbitkan dua novel melalui penerbit Gramedia. “Karnoe – Sejarah Tak Tertulis di Balik Nama Besar” (Oktober 2013) dan “Bunda Lisa – Samudera dan Angkasa yang Bernyanyi Memeluk Mimpi (Februari 2014). Selain itu Jombang juga sudah menulis buku 30 Paspor di Kelas Sang profesor, ninelove, dan novel Rinduku Sederas Hujan Sore itu.

6. Muhammad Alfatih Timur

Alfatih adalah pria yang lahir di Padang Sumatera Barat pada tahun 1991. Dia tercatat Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2007 dan sudah lulus pada tahun 2012 silam dengan gelar sarjana manajemen. Selama dia masih siswa SMA, Timi atau Timmy (panggilan Alfatih) sempat menjalani akselerasi 2 kali sehingga ketika dia masuk kuliah usianya masih 16 tahun.

Foto Muhammad Alfatih Timur

Semasa kuliahnya Timi dikenal oleh banyak mahasiswa sebagai pribadi yang sangat cerdas dan juga dewasa sertai sangat pandai memimpin. diusia belia timi memulai bisnis dengan skala yang sangat besar yaitu ketika dia membuka perusahaan percetakan yang memang sangat besar dan tentu saja dengan modal yang sangat besar juga, meskipun akhirnya usahanya tersebut harus ditutup.
Saat bergabung di Ruang Perubahan, Alfatih pun sadar akan kenyataan bahwa banyak aksi sosial yang akan sangat kuat jika terdapat dana yang lebih untuk dapat mendukung ide-ide hebat mereka itu. Sementara itu, banyak juga orang yang ingin secara langsung turun tangan untuk dapat membantu, namun tidak mengetahui caranya dan bagaimana untuk bisa menyalurkannya. KitaBisa kemudian dicetuskan dengan sembilan teman Timmy.
Mimpi awal dari KitaBisa yaitu mengubah berbagai macam potensi menjadi suatu karya. Banyaknya potensi yang dimaksud yaitu siapa saja yang mempunyai uang. Seperti dokter, akademisi, seniman atau pun siapa saja.
Siapa saja yang mempunyai ide ataupun mempunyai dana bisa bergabung dengan program yang telah dibuat oleh Timmy. KitaBisa dapat menghubungkan antara kedua belah pihak, orang yang memiliki ide dan juga orang yang akan mendukung.


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top