Webinar DPP LDII, Sumber Penyakit Berasal dari Perilaku Manusia Sendiri

Penulis -

Rabu, 12 Agustus 2020 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Peneliti Pandemi dari Griffith University, Queensland, Australia Dr. Dicky Budiman, M.Sc., PH., Ph.D (Can) webinar yang digelar DPP LDII menjelaskan bahwa sumber utama wabah penyakit berasal dari perilaku manusia itu sendiri, sehingga kunci utama pengendalian pandemi Covid-19 adalah juga dari perilaku.

“Kita memiliki peran besar, perilaku berkontribusi 80 persen untuk mengendalikan kurva pandemi, maka program pemerintah seperti 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun menjadi kunci pengendalian pandemi. Sekali lagi, setiap kita berperan dan bisa menjadi agen perubahan,” kata dia.

Hal ini diungkapkannga pada webinar DPP LDII dengan tema “Menjadi Pondok Pesantren Sehat pada Era Pandemi Covid-19”, Senin (10/8).

Pandemi dapat muncul disebabkan beberapa hal, di antaranya adalah zoonosis, faktor iklim dan faktor lingkungan.

“Zoonosis banyak menjadi penyebab wabah mematikan. Mengendalikan vektor hewan seperti nyamuk yang menyebabkan demam berdarah, termasuk tikus dan kelelawar dapat menjadi upaya pencegahan efektif terjadinya wabah,” katanya.

Hal lain yang perlu dipahami adalah perubahan iklim, yang berkontribusi terhadap penyebaran pola penyakit. Manusia harus bersikap ramah terhadap lingkungan, hemat, air, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak menebang hutan secara serampangan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Covid-19 merupakan jenis virus baru bagi manusia. “Awal-awal ada yang mengatakan ini akan selesai dalam waktu singkat. Sekali lagi berbahaya, tidak boleh orang yang tidak memiliki dasar keilmuan, tapi berani membuat pernyataan, itu sangat berbahaya. Dalam ilmu kesehatan sangat berbahaya,” imbau Dicky.

Virus baru ini membuat manusia belum memiliki kekebalan, sehingga potensi terinfeksi sangat besar. Penyakit ini bisa menyebabkan kesakitan dan kematian. Virus ini bisa menyebar, jika dibandingkan dengan SARS, Covid-19 baru tujuh bulan, telah menimbulkan 19,8 juta kasus dengan total kematian 729.608, sedangkan SARS dalam 14 bulan menimbulkan 8.000 kasus dengan total kematian 800 kasus. Hal ini membuat Covid-19 jelas sebagai virus yang mewabah secara global.

Rentang waktu setiap 100 tahun terjadi dalam sejarah manusia wabah yang melibatkan banyak korban, saat ini yang kita alami Covid-19. Sebelumnya, 100 tahun yang lalu dunia menghadapi flu Spanyol, termasuk bangsa Indonesia. “Indonesia mengalami dua gelombang pada flu Spanyol ini. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada daerah yang kebal terhadap pandemi,” ujar Dicky.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Sejarah singkat wabah dunia, dari berbagai penyakit yang terjadi pada manusia, pertama kali yang serius menjadi ancaman adalah penyakit disebabkan bakteri, sebelum ditemukannya antibiotik.

Saat Rasulullah masih hidup, ada wabah Justinian, pada saat itu yang menjadi korban total di dunia 50 juta orang. Biasanya periode wabah pada zaman dahulu dengan belum ditemukannya obat bisa mencapai 3-10 tahun. HIV misalnya, juga wabah pandemi yang sulit dikendalikan, dalam rentang waktu 30 tahun terakhir telah menelan korban 35 juta orang.

Saat ini umat manusia menghadapi pandemi Covid-19, saat umat manusia belum siap. Dampak Covid-19 sangat kompleks, sangat luas. Ternyata satu aspek saja dari kesehatan yang sifatnya mengglobal bisa meluluhlantakkan semua sektor. Untuk itu, investasi kesehatan digelontorkan sedemikian besar di negara maju. “Jadi pembelajaran kita, kesehatan sangat penting,” tegas Dicky.

Semua orang berisiko terdampak pandemi Covid-19, tidak ada risiko nol persen. Utamanya orang dengan usia lanjut dan memiliki riwayat penyakit komorbid (penyakit penyerta) memiliki risiko tinggi, sehingga sangat diwajibkan melakukan ikhtiar pencegahan infeksi Covid-19. Riset terkini, dampak Covid-19 terhadap organ tubuh semakin luas, tidak hanya pada saluran nafas tapi juga berdampak dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Laporan terkini WHO, sedang dibangun 139 vaksin Covid-19, dan sedang diuji coba pada manusia 26 jenis vaksin. “Perlu dipahami bahwa vaksin tidak selalu cepat dan mudah ditemukan, maka jangan hanya berpandangan bahwa obat adalah vaksin, tetapi upaya pencegahan juga dapat disebut sebagai obat,” jelas Dicky.

Peran kita adalah dengan melakukan adaptasi pola kebiasaan baru. “Kita harus hidup lebih sehat, menjaga keseimbangan lingkungan dan mahluk hidup agar kita tidak merusak alam dan akhirnya dapat meminimalisir terjadinya pandemi,” ujar Dicky.

Kebiasaan baru dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga di rumah, fasilitas pendidikan, fasilitas perkantoran, fasilitas umum dan fasilitas kesehatan.

Sementara, DPW LDII Sumatera Barat sendiri juga mengikuti kegiatan ini di sejumlah titik yang diikuti Ketua Dewan Penasihat Buya H Zulfikri, Ketua DPW LDII Sumbar M Ari Sultoni, Wakil Ketua Buya H Ahmad Nasir, Sekretaris LDII Sumbar Mario Sofia Nasution, Wakil Sekretaris Rohmat Syahrin, Ketua Biro KIM H Abdillah dan lainnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB